Demokrat Sarankan Najmul Ambil Pendamping dari Bayan

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, bersama Ketua DPC Partai Demokrat KLU yang juga balon petahana Bupati KLU, sedang berdiskusi terkait dengan persiapan Pilkada KLU. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Hingga saat ini, kandidat bakal calon petahana Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU), Najmul Akhyar belum menemukan sosok figur bakal calon wakil yang tepat untuk digandeng bertarung pada Pilkada serentak 2020. Sejumlah nama yang sebelumnya sudah mencuat digadang-gadang bakal jadi wakil, belakangan ini diketahui memilih mundur.

Salah satu figur yang awalnya sangat diharapkan Najmul sebagai pendampingnya adalah politisi Partai Golkar, yakni Mariadi. Namun Mariadi memilih tidak maju karena berbagai alasan politik lainnya. Kemudian muncul nama birokrat senior KLU, Raden Nurjati bakal digandeng Najmul menjadi calon wakilnya. Namun Nurjati juga memutuskan untuk tidak ikut mencalonkan diri.

Iklan

“Sebenarnya kita berharap awalnya ke Pak Mariadi, cuma dia tidak dapat restu ibu. Kemudian ada Raden Nurjati, tapi beliau juga ada masalah soal kesehatan. Beliau sendiri yang menyadari kondisi kesehatannya, sehingga memilih tetap jadi PNS dan memilih sampai pensiun,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri yang dikonfirmasi, Kamis, 6 Februari 2020.

Setelah memastikan Raden Nurjati tak bersedia mendampingi Najmul dalam perhelatan Pilkada serentak 2020 KLU, Ketua DPC Partai Demokrat KLU kini tengah mencari figur yang tepat untuk dijadikan calon wakilnya. Salah satu kriterianya adalah bisa memberikan kontribusi politik, yakni peningkatan suara pada pasangan tersebut.

“Mudahanlah Pak Najmul tidak terlalu lama lagi memutus siapa jadi wakilnya. Yang jelas Demokrat untuk Bupati sudah clear, tinggal siapa wakilnya,” kata Mahalli yang ditemui di ruang kerjanya di DPD Partai Demokrat NTB.

Diungkapkan Mahalli, pada dasarnya banyak parpol yang menyodorkan kadernya untuk mendampingi Najmul. Hanya saja dari sejumlah figur kader parpol tersebut dinilai tak ada satupun yang memenuhi syarat. Sebab Najmul menginginkan figur wakil yang berasal dari Bayan.

“Memang kalau dari partai ada beberapa yang mau, tapi bukan tokoh Bayan. Seperti ada pak Nasrudin dari PPP, ada pak Junaidi Arif dari PBB. Nah kenapa kita pilih wakilnya harus dari Bayan, karena kita sadari bahwa pemilih cukup besar itu kan dari Bayan, dan ketokohan orang Bayan bisa meyakinkan, itu yang paling penting,” jelas Mahalli.

Meskipun memutuskan harus berasa dari daerah Bayan yang akan dipilih Najmul sebagai wakilnya, akan tetapi Mahalli menegaskan bahwa tentu juga tidak asal orang Bayan. Namun dipastikan figur tersebut juga punya pengaruh dalam mendongkrak elektabilitas dan juga perolehan suara. “Kita memang ajukan pak Najmul untuk cari tokoh di daerah Bayan. Tapi tidak sembarang tokoh juga. Minimal yang sepaham dengan kita, dan nanti dari survei kita lihat bagaimana masyarakat menghendaki dia,” pungkasnya. (ndi)