Demo Dugaan Penukaran Bayi di Bima Nyaris Ricuh

Kota Bima (Suara NTB) – Puluhan keluarga dan mahasiwa Kecamatan Monta menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Bima dan Mapolres Bima Kota, Senin, 10 Oktober 2016. Mereka menuntut kasus dugaan penukaran bayi segera diusut tuntas.

Pantauan Suara NTB, para peserta aksi tiba di kantor dewan sekitar pukul 10.10 wita dengan menggunakan dua unit mobil pick up dan sejumlah kendaraan roda dua. Mereka langsung berorasi di halaman luar kantor wakil rakyat tersebut.

Iklan

Saat berorasi sejumlah peserta aksi terlihat agresif dan berujung anarkis. Pasalnya sejumlah peserta aksi menghentikan laju mobil plat merah milik Pemkab Bima. Mereka memaksa membuka pintu pagar kantor Dewan yang sudah digembok dan sempat melempar dan mengenai atap kantor dewan. Hanya saja aksi itu digagalkan oleh aparat Kepolisian yang berjaga.

Beberapa saat setelah menyampaikan orasi, tiga orang anggota Komisi IV DPRD, yakni M. Natsir, M. Yasin dan Kamaruddin mendatangi dan menemui mereka serta langsung menanggapi tuntutan.

Natsir yang juga selaku Ketua Komisi IV mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan orang tua terduga bayi, Subagio membicarakan hal tersebut. Saat itu kata Natsir pihaknya berjanji akan memanggil pihak RSUD Bima.

“Hari ini kami sudah jadwalkan untuk memanggil pihak RSUD Bima untuk klarifikasi tentang dugaan penukaran bayi,” katanya.

Selain itu, Natsir mengaku pihaknya mendukung langkah Subagio yang melaporkan kasus tersebut pada pihak berwajib. DPRD khususnya Komisi IV berjanji akan mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. guna mendapatkan kepastian hukum, karena hal itu berbicara tentang sosial kemanusiaan.

“Berhubung hal ini sudah dilaporkan, kami akan mendesak kepolisian menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

Usai menerima tanggapan Dewan, peserta aksi mengajak sebagian anggota dewan untuk beraudiensi dengan pihak Mapolres Bima Kota sebagai fasilitator. Setibanya di Maporles setempat, peserta aksi kembali melakukan orasi. Bahkan mereka hendak memblokir jalan dengan memasukan batu di jalanan. Sehingga membuat arus lalu lintas sempat macet beberapa saat.

Akan tetapi berkat komunikasi persuasif antara kepolisian dengan mereka, aksi tersebut gagal dilakukan. Lagipula saat itu, peserta aksi diterima oleh sejumlah perwira kepolisian, di ruang utama Mapolres setempat, untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Antonius F. Gea SH, S.Ik  menyakinkan kepada peserta aksi bahwa kasus tersebut tengah diselediki oleh pihaknya. Peserta aksipun diminta untuk bersabar dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami tegaskan masalah ini sedang diusut, kami meminta keluarga tetap tenang dan bersabar,” pungkasnya. (uki)