Demi Syuting Film Korea, Penertiban Satu Bangunan di Trawangan Ditangguhkan

Tanjung (Suara NTB) – Kedutaan Besar RI untuk Korea Selatan (Korsel) resmi bersurat ke Kementerian Luar Negeri, perihal permohonan izin syuting dan visa kunjungan jurnalistik untuk kru CJ E & M guna menggelar syuting Variety Show “Love in Indonesia” di Bali. Sebab, syuting tidak hanya fokus di Bali, melainkan diarahkan ke beberapa titik objek wisata, termasuk Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Dalam rangka syuting itu pula, salah satu masyarakat yakni Burhanuddin, meminta ditangguhkannya penertiban salah satu bangunan miliknya yang sudah pasti digunakan oleh Kru C J E&M.

Iklan

Melalui suratnya tertanggal, Minggu, 26 Februari 2017, Burhanudin – warga Gili Trawangan, langsung membuat surat pernyataan kepada Pemkab Lombok Utara. Ia mengakui, benar memiliki bangunan berlokasi di sempadan pantai dan termasuk ke dalam salah satu objek yang akan digusur.

Karena kepentingan syuting Variety Show “Love in Indonesia” oleh Kru dari Korsel, ia pun meminta dilakukan penangguhan. Sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab mendukung penertiban Pemda KLU, Burhanudin dan sejumlah saksi, bersiap merobohkan sendiri bangunannya saat berakhirnya syuting pada kisaran 6 Maret 2017 mendatang.

Salah satu saksi dalam surat pernyataan, H. Malik, membenarkan adanya surat permintaan penangguhan penertiban tersebut. Saat ini, syuting sedang berjalan dan sesuai agenda syuting, lokasi akan digunakan untuk terakhir kalinya pada 6 Maret 2017.

“Kebetulan syutingnya berbarengan dengan proses clear and clean Pantai Trawangan. Kami sudah koordinasi dengan Pak Bupati, dan beliau sudah memberi izin penangguhan,” kata Malik.

Malik menegaskan, dirinya ikut serta bertanggung jawab terhadap bangunan yang sedianya akan dan sudah dibongkar tersebut. Bangunan ini sendiri merupakan bangunan biasa, berupa pondok. Letaknya di RT 7 Dusun Gili Trawangan dan berada di sempadan pantai. Sehari setelah syuting, yakni tanggal 7 Maret, bangunan akan dirobohkan bersama oleh warga RT 7.

Malik menilai, syuting film oleh kru Korsel merupakan momentum promosi gratis bagi warga dan pemerintah dalam menarik minat pengunjung dari Asia ke 3 Gili di masa mendatang. Karena terbukti, setiap momen variety show ditayangkan oleh produser asal Korsel ini, lokasi yang dikunjungi menyumbang kunjungan ke destinasi tersebut.

Sebagai informasi, variety Show hasil Karya Produser Nah (Mr. Nah Yung Suk – terkenal dengan beberapa variety Show antara lain, 2 Days 1 Night, Grandpas over FlowerThree Meals a Day pada tahun 2015) sangat populer di Korea. Beberapa negara yang menjadi lokasi syuting program acara produser Nah, seperti Taiwan, Laos dan Kroasia, langsung mengalami peningkatan kunjungan turis asal Korea.

Sementara Wakil Bupati KLU mentolerir adanya bangunan sebagaimana digunakan untuk kepentingan syuting Film Korea. Baginya, syuting ini merupakan sejarah bagi perkenalan pariwisata KLU di Korsel. Minggu, 26 Februari 2017 sore, wabup mengakui tengah dalam perjalanan memantau situasi terkini di Trawangan. Ia menganggap, penertiban telah selesai dilakukan tanpa adanya protes dari warga.  “Setelah penertiban dilakukan dalam 4 hari dan pembersihan 20 hari, selanjutnya akan diikuti dengan program berlapis, ada PU, Pol PP, Pertamanan dan instansi lain akan menurunkan program ke Trawangan,” katanya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here