Demi PlayStation, Kawanan Remaja Ini Curi Tabung Gas

Mataram (Suara NTB) – Sekawanan remaja berjumlah tujuh orang saling membantu menggasak belasan tabung gas. Tabung itu dijual seharga Rp 75 ribu untuk menyewa permainan konsol gim PlayStation.

Pencurian di kawasan perumahan Gang Ubur-ubur Jalan Arya Banjar Getas, Taman Sari, Ampenan itu diotaki RN (17) dan IH (17).

Iklan

Dua remaja putus sekolah itu mengajak lima kawannya untuk mengangkut 19 tabung gas pada Kamis, 28 September 2017 sekitar pukul 02.30 Wita dini hari. Dua kawanan itu berangkat TKP dari rumah mereka di Kekalik Gerisak, Kekalik Jaya, Sekarbela.

“RN masuk ke dalam rumah untuk mengambil tabung gas yang disimpan di teras rumah korban. Kawan lainnya membantu mengangkut dari luar,” ungkap Kapolsek Ampenan, Kompol Tauhid, Rabu, 4 Oktober 2017.

IH yang mengkoordinir lima kawan lainnya di luar. Tak membutuhkan waktu lama bagi para pelaku untuk mengangkut sejumlah tabung gas dengan tiga sepeda motor. Ternyata aksi mereka ketahuan warga.

“Waktu ditanya mau dibawa ke rumah pamannya. Tapi gerak gerik mereka mencurigakan sehingga diamankan warga dan diserahkan ke polisi,” sebutnya.

Rupanya aksi itu yang kesekian kalinya. Dari hasil pencurian serupa sebelumnya, para pelaku sudah berhasil menjual delapan tabung gas seharga Rp 75 ribu ke seseorang di kawasan Kekalik.

“Jumlah barang bukti total ada 19 tabung. Delapan diantaranya sudah dijual pelaku,” sebut Tauhid. Total kerugian yang dialami korbannya mencapai Rp 1,9 juta.

Sementara pengakuan pelaku RN, uang hasil penjualan barang curian digunakan untuk kebutuhan hiburan. “Saya pakai main PS, main gim di warnet,” terang RN mengakui perbuatannya.

Kawanan pelaku yang sehari-hari bermain bersama bukan pertama kali itu mencuri. Hampir sepekan sebelumnya, AY (17) dan MR (17) menggondol sepeda saat berjalan menuju pantai Karang Panas, Ampenan Selatan, Ampenan.

Korbannya meninggalkan sepeda Polygon seharga Rp 2,6 juta di teras rumah yang beralamat di Jalan Energi Gang Arwana, Ampenan Selatan. “Saat itu korbannya sedang ke masjid melaksanakan salat ashar,” kata Tauhid.

Para pelaku disangkakan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun. namun, karena pelaku masih tergolong di bawah umur, maka penanganannya dipertimbangkan dengan UU Perlindungan Anak.

“Kita pertimbangkan juga mereka agar dibina di Bapas (Balai Pemasyarakatan) Anak Mataram,” tutup Tauhid. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional