Demi Kelabui Petugas, Bus Penumpang Dipakai Angkut Kayu

Dompu (Suara NTB) – Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Toffo Pajo Madapangga Rompu Waworada (TPMRW) mengungkap aktivitas pengangkutan kayu menggunakan bus penumpang di Desa Pajo Kecamatan pajo, Selasa, 1 Agustus 2017. Meski bukan modus baru namun cara ini masih berlaku bagi para pelaku pembalakan liar untuk mengelabui petugas.

Kepala KPH TPMRW, Dadan Kuswardhana, S. Hut., mengungkapkan pengakutan itu diketahui setelah dipantau menggunakan teropong jarak jauh. “Pada saat tim melakukan patroli, mereka melihat dua orang sedang duduk di tekan ndahu, kemudian dilewati dan dari jarak jauh di teropong. Ternyata setelah kita lewat mereka baru muat kayu,” ungkapnya kepada Suara NTB, Rabu, 2 Agustus 2017.

Iklan

Setelah memasukkan kayu dalam bus dan berangkat menuju arah Lepadi, anggota langsung mengikuti dan mencegatnya di Desa Pajo. Alhasil dalam bus penumpang yang dikendarai oknum PNS inisial AHM ini ditemukan lima batang tumpukan kayu gelondongan.

Dan berdasarkan keterangan AHM bahwa kayu tersebut milik MM warga setempat. AHM hanya diminta membantu proses pengangkutanya. MM lanjut Dadan,sebetulnya sudah lama masuk daftar target operasi pihaknya. “Pemiliknya MM terus yang mengangkut ini oknum PNS yaitu AHM. Oknum MM itu memang TO kita,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pengangkutan kayu jenis sonokeling ini sama sekali tidak dilengkapi dokumen pengangkutan, ini murni hasil pembalakan liar di kawasan hutan teka ndahu. Untuk itu pihaknya harus mengamankan barang bukti kayu berikut bus penumpang tersebut. Dan dipastikan terduga pelaku yang terlibat akan dilaporkan ke penegak hukum untuk diproses.

“Tindak lanjutnya kita masih menyiapkan proses untuk kita serahkan ke kepolisian,” jelasnya.

Di hari yang sama, petugas juga mengamankan truk pengakut kayu di Dusun Karaku Desa Mangge Asi. Truk bernopol Dr 8537 AZ ini diduga mengangkut kayu rimba hasil pembalakan liar. Dokumen pengangkutannya pun belum jelas.

Dadan mengatakan, truk tersebut diamankan atas dasar kecurigaan pihaknya karena pengangkutan dilakukan saat malam hari.“Karena diangkutnya malam hari kita curigai ini hasil tebangan liar makannya kita amankan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan lacak balak di Desa Sorinomo ditemukan bekas lahan penebangan, Dan diketahui kayu ini berasal dari kebun yang memiliki sertifikat.Meski begitu pihaknya belum bisa memastikan statusnya karena menunggu keputusan rapat apakah akan dilakukan gelar perkara atau tidak, termasuk kekurangan dalam dokumen pengangkutan.

Informasinya, sembilan kubik kayu dengan panjang berfariasi ini akan dibawa ke Bima untuk diolah dan diedarkan. “Apakah ada dokumen lain yang belum dilengkapi ini masih dalam pemeriksaan tim. Nanti menunggu tim ini untuk mengambil keputusan,” jelasnya.(jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional