Demi Judi, Bapak Diduga Siksa Anak Kandung

Kapolresta Mataram Heri Wahyudi Senin, 25 Januari 2021 menunjukkan barang bukti bilah bambu yang diduga dipakai tersangka AF menganiaya anak kandungnya demi modal judi online.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Unggahan video di Facebook membuka lebar jalan AF (30) ke penjara. Pria ini diduga menyiksa anak kandungnya sendiri yang masih berumur tujuh tahun. Modus itu untuk meminta uang istrinya yang sedang bekerja di Singapura. Pria ini sudah berkali-kali kalah judi.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menjelaskan, AF mereka video penyiksaan itu untuk mencari perhatian. “Tujuannya agar dilihat istrinya,” ujarnya Senin, 25 Januari 2021.

Iklan

AF yang pengangguran ini sudah bertahun-tahun ditinggal bekerja istrinya. Pria ini mengandalkan gaji istrinya yang dikirimkan tiap bulan. Belum lagi AF sudah kecanduan mencari peruntungan rupiah lewat judi online. Dua bulan belakangan ini hasilnya selalu kalah taruhan.

Uang kiriman istrinya selalu habis sebelumnya waktunya. AF mulai kehilangan akal sehatnya. Warga Karang Bedil, Cakranegara, Mataram ini lalu mengikat putra pertamanya dengan tali rafia di kusen jendela. “Pelaku juga memukul korban dengan bambu di bagian paha,” sebut Heri.

AF merekam perbuatan yang membuat anaknya menangis hebat itu. Kemudian mengunggahnya ke Facebook. Dalam video berdurasi 18 detik itu, tampak seorang anak terikat tali rafia menangis keras.

AF yang mengatakan, ‘mamakmu yang mau begini, kalau mamakmu tidak menelepon kembali, maka tali ini tidak saya lepas’.

Video itu pun menyebar luas. Tidak sedikit yang mengecam perbuatan AF. Polisi pun bertindak. “Dia disangka melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” imbuh Heri.

AF dijerat dengan pasal 44 ayat 1 UU RI No23/2004 tentang Penghapusan KDRT. Ancaman pidananya penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp15 juta. AF kini sudah ditahan. Sementara anaknya sedang dalam pendampingan psikologis dan perawatan medis.

Penganiayaan AF kepada anaknya itu bukan yang kali pertama. Hasil visum menemukan adanya luka lebam di paha. Pada punggung korban pun terdapat bekas luka. “Sebelum kejadian ini, AF diduga sering menganiaya korban,” tandas Heri.

Sementara AF mengakui perbuatannya. Hal yang mendesaknya yakni judi online yang dia mainkan. “Baru dua bulan main. Kalah,” ucapnya tanpa penyesalan. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional