Demi Biaya Nikah, Pemuda Residivis Curi Motor

Kapolsek Ampenan M Nasrullah (kiri) Senin, 9 Maret 2020 menunjukkan tersangka dan barang bukti pencurian motor TKP Bintaro, Ampenan, Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lima kali dipenjara belum membuat Dayat (20) jera. Awalnya dia belajar mencuri tabung gas. Sudah beralih menyasar ponsel. Paling terkini, dia  dengan mencuri motor. Ini dia lakukan hanya dua bulan selepas keluar dari penjara.

“Untuk makan. Belanja. Sama biaya nikah,” kata Dayat menjawab pertanyaan Kapolsek Ampenan, AKP M Nasrullah, Senin, 9 Maret 2020. “Saya mau nikah setelah lebaran ini,” imbuhnya.

Iklan

Dayat ditangkap di indekos di Bintaro, Ampenan, Mataram, saat mengunjungi kekasihnya. “Pacarnya tidak tahu kalau dia sudah melakukan pencurian,” kata Nasrullah.

Sehari sebelumnya, Dayat pulang membawa makanan. Juga poketan sabu. Kekasihnya tidak tahu kalau itu dibeli dari hasil menjual motor yang diduga curian.

Dayat, kata Kapolsek, diduga mencuri motor di Jalan Yos Sudarso Gang Bandung, Bintaro, Ampenan, Mataram. Tidak jauh dari lokasi indekos tersebut. Polisi yakin Dayat pelakunya. Wajah Dayat terekam jelas di rekaman CCTV rumah korban.

“Dia masuk ke rumah dengan mencongkel jendela,” ungkap Nasrul. Di dalam rumah, Dayat mengambil ponsel Samsung S6+. Kunci motor yang teronggok di meja pun diambil.

Kunci itu membuat Dayat mudah membawa kabur Honda Scoopy DR 3183 CJ milik korban. “Dia beraksi sendiri. Motor kemudian dijual di Narmada (Lombok Barat) seharga Rp1 juta,” terangnya.

Dayat yang mengaku mau menikahi kekasihnya usai lebaran Idul Fitri nanti ini baru keluar dari penjara Januari lalu. Nasrul mengatakan, Dayat sudah lima kali berurusan dengan polisi. Semuanya kasus pencurian.

“Dia mulai kita tangani sejak umur 13 tahun. Awalnya dulu karena kasus pencurian tabung gas. Lalu curi HP. Yang sekarang kita tangkap ini kasusnya yang kelima,” tandas Nasrul. (why)