Delapan Truk Kayu Diduga Hasil Pembalakan Liar Disita

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak delapan truk kayu diduga hasil pembalakan liar disita aparat kepolisian di lokasi terpisah. Tujuh truk diamankan di Sumbawa, sementara satu truk diamankan di Narmada, Lombok Barat. Truk-truk tersebut menggunakan nota angkutan milik usaha dagang, UD SM Doropeti, Dompu.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP I Komang Sudana, SH SIK, MH mengatakan delapan truk kayu diduga hasil pembalakan liar diamankan di lokasi dan waktu berbeda. Tanggal 9 September 2016 diamankan dua truk bermuatan kayu jenis Rajumas di jalan lintas Sumbawa – Bima Pelampang, dengan dokumen angkutan kayu rakyat.

Iklan

senso

Alat yang digunakan untuk melakukan pembalakan liar

Kemudian tanggal 10 September 2016 diamankan tiga truk bermuat kayu jenis Rajumas di jalan raya lintas Sumbawa – Bima Lape, dengan dokumen angkutan UD SM. Tanggal yang sama juga telah diamankan satu truk bermuatan kayu jenis Rajumas di depan jembatan timbang Gerimax, Narmada, merupakan dokumen UD SM.

17 September 2016 diamankan dua truk bermuatan kayu di jalan lintas Sumbawa – Poto Tano, dengan dokumen angkut UD AL Sumbawa yang merupakan dokumen lanjutan dari UD SM.

Modus pelaku dengan cara mengubah dokumen dan status kayu yang berasal dari hutan menjadi seolah-olah berasal dari kebun milik warga. Beberapa saksi maupun ahli telah diperiksa Polda NTB.

Ratusan kayu diduga hasil pembalakan liar disita aparat kepolisian di Sumbawa

Sementara pemilik kayu dan penerbit dokumen berinisial NA alias PU dan AH telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di ruang tahanan Mapolda NTB.

“Pelaku dikenai pasal 12 huruf e atau pasal 19 huruf f jo pasal 83 ayat (1) huruf a dan/atau b undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” ujar Sudana saat ditemui beberapa waktu lalu. (szr)