Delapan Tahun Menunggu, Nenek Aisyah Akhirnya Naik Haji

Bima (SuaraNTB) – Penantian Aisyah selama delapan tahun, agar bisa berkunjung ke tanah suci Mekkah Arab Saudi, akhirnya terjawab tahun 2017 ini. Pasalnya perempuan berusia 64 tahun itu, terdaftar salahseorang Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bima.

Warga Nunggi Kecamatan Wera itu, kepada Suara NTB mengaku, tahun 2017, merupakan tahun yang paling berkesan baginya. Karena bisa berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Iklan

“Setelah antre delapan tahun dan mendaftar haji pada tahun 2009. Alhamdulillah 2017 ini, bisa menunaikan rukun islam ke-lima,” katanya, di kantor Bupati Bima, saat sedang menanti pelepasan resmi oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Senin, 21 Agustus 2017 siang.

Menurutnya, dana yang dipakai untuk mendaftar haji hingga biaya keberangkatannya ke tanah suci merupakan hasil usaha dan keringatnya sendiri sebagai petani. Mulai bertani bawang merah, kacang tanah, kedelai hingga padi.

“Selain dari hasil usaha bertani sebagian juga dibantu oleh anak,” ungkapnya.

Sementara Kabag Kesra Setda Kabupaten Bima, H. Nasrullah S. Sos, mengaku, pada tahun 2017 ini, JCH asal Kabupaten Bima yang akan diberangkatkan ketanah suci tercatat 375 orang.

“Kouta kita tahun 2017 ada 401 orang. Tapi enam orang gagal diberangkatkan,” katanya.

Menurutnya, enam orang gagal yang diberangkatkan tersebut lantaranya ada menuai kendala. Seperti lima orang diantaranya mengalami sakit, sehingga tidak memungkinkah untuk diberangkatkan karena beresiko. “Serta satu orang meninggal dunia,” katanya.

Dia menambahkan, ratusan JCH tersebut, rencananya akan dilepas secara resmi oleh Bupati Bima. Kemudian selanjutnya akan diterbangkan melalui bandar udara Muhammad Sultan Salahuddin Bima menuju Lombok.

“Sampai di Lombok JCH ini akan ditampung diasrama Haji di Mataram dan bergabung dengan embarkasi Lombok sebelum diberangkat ke tanah suci,” pungkasnya. (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional