Delapan Pejabat KLU Kembali Dimutasi

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, kembali melakukan proses penyegaran jabatan di lingkup SKPD Pemda KLU. Jumlah pejabat yang dimutasi kali ini tidaklah banyak, hanya delapan orang.

Mereka yang dimutasi, Kamis, 29 September 2016 antara lain, Kepala BPBD KLU, Raden Tresnawadi dipercaya menduduki (jabatan fungsional) (jafung) pada Inspektorat KLU. Sebagai penggantinya, Iwan Maret Asmara yang pernah menangani BPBD KLU ditunjuk kembali usai menjabat Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah. Selanjutnya, sebagai pengganti Iwan di KPAD, Bupati menunjuk Kasi Layanan Perpustakaan, I Made Labda.

Iklan

Pada posisi kehumasan Setda, Bupati juga mereposisi jabatan Kabag Humas dari Ihwan Budiman, MPd, ke Saprinadi. Ihwan Budiman kini menempati Kabid Dikmen pada Dikpora KLU, setelah mantan Kabid Dikmen, Ainal Yakin, dipindah ke jafung pada Dikpora KLU.

Berikutnya, Setyo Hari Kristanto yang sebelumnya menjabat Kepala UPTD DPPKKP (Dinas Pertanian) Kecamatan Kayangan, dipercaya sebagai Kasubag Bidang Ketersediaan dan Keragaman Bakorluh KLU, menggantikan posisi Saprinadi. Sementara Masri yang sebelumnya menjabat sebagai fungsional umum Kantor Camat Kayangan, dirotasi posisinya sebagai Kepala UPTD DPPKKP Kecamatan Kayangan.

Sebagaimana penjelasan Bupati KLU, Najmul Akhyar, usai mutasi, jika rotasi ini dilakukan biasa saja, betul adanya. Tampak dari momen pelantikan pukul 07.45 wita, pejabat yang dilantik tidak menggunakan full dress seperti pada umumnya. Mereka hanya mengenakan atasan batik dan bawahan berupa celana kain. Demikian dengam bupati, yang didampingi wabup dan sekda, berpakaian batik dengan pelengkap peci hitam. “Ini cuma rotasi saja. Saya kira ini biasa jadi jangan dibesar-besarkan,” ujar bupati.

Ia menekankan, agar seluruh ASN yang telah dirotasi dapat bekerja optimal sesuai posisi yang dipercayakan. Sebab bagi bupati, pekerjaan yang diemban adalah amanah. Ia tidak menginginkan, ASN menganggap dirinya diberikan mahkota, sehingga membuat dirinya terlena.

Sebaliknya, penyegaran atau tour on the job sangat diperlukan oleh ASN itu sendiri. Sebab hal ini akan berdampak pada karir yang bersangkutan dalam jangka panjang. “Tour of the job itu penting. Sebab orang yang hanya menjabat di satu jabatan saja, tidak memiliki ilmu menjadi pemimpin. Dengan rotasi, intelektualitasnya berkembang, sehingga memiliki ilmu secara komprehensif saat dibutuhkan sebagai pemimpin (baca: kepala dinas),” demikian bupati. (ari)