Delapan Orang Dicegah Masuk Gili

Ilustrasi kunjungan wisatawan ke NTB. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Sebanyak 8 orang yang akan masuk ke Gili dicegah oleh Satgas Lombok Utara. Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim medis yang bertugas di Bangsal – melibatkan KKP dan Syahbandar, suhu tubuh ke 8 orang itu berada di atas 38 derajat celcius.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Satgas Pencegahan Covid -19, Evi Winarni, M. Si., dalam jumpa pers pencegahan Covid -19 di aula Setda KLU, Senin, 30 Maret 2020.

Iklan

Dalam jumpa pers itu, hadir Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhtar, SH. MH., dan anggota Satgas yakni Kepala Dikes KLU, dr. H. L. Bahrudin, Direktur RSUD KLU, H. Samsul Hidayat, serta Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhasabah, MA.

Evi yang juga Asisten III Setda KLU ini mengatakan, ke 8 orang yang dicegat masuk Gili itu terdiri dari dua orang wisatawan asing dan 6 orang warga lokal. Ke-enam warga lokal itu sendiri, dirinci 3 orang dari Lombok Timur, 2 orang dari Lombok Tengah dan 1 orang lagi dari Lombok Utara.

“Tidak boleh masuk karena suhu tubuh 38 derajat (celcius) lebih. Yang WNA dibawa balik oleh guide. Mereka diperiksa oleh petugas dan KKP,” ujarnya.

Ke delapan orang yang dicegat itu telah diperiksa tiga kali. Hasilnya sama, di mana suhu tubuh di atas 38 derajat celcius. Sehingga Tim Satgas yang berjaga di pintu masuk Bangsal Pemenang, mengambil kesimpulan memulangkan. Warga lokal ke tempat asal, sedangkan kedua wisman diangkut ke faskes untuk mendapat perawatan di Mataram.

Menurut Evi, Pemkab sudah berupa maksimal dalam mengantisipasi pencegahan virus. Melibatkan Polres Lombok Utara selaku koordinator pengamanan pintu masuk KLU, Tim ini setiap harinya menjaga dan memeriksa pengunjung yang masuk KLU. Titik penjagaan meliputi, perbatasan Bayan, Pusuk, Malaka dan Bangsal. “Di Bayan, setiap pengendara yang masuk distop dan dicek kondisinya menggunakan thermo gun,” imbuhnya.

Satgas sambung Evi, menargetkan laporan perkembangannya setiap harinya diinput. Baik menyangkut jumlah ODR/ODP, PDP, maupun kondisi lain di lapangan.  Satgas juga bekerja setiap hari melakukan pencegahan sesuai SOP. Misalnya penyemprotan di sejumlah titik dari Pemenang, Tanjung, Kayangan dan disusul kecamatan lainnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional