Delapan Kecamatan di Lobar Zona Merah Covid-19

H. Fauzan Khalid (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus positif Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) melonjak menjadi 16 kasus dalam tiga hari terakhir. Lonjakan kasus positif terjadi Rabu, 22 April 2020, terdapat tambahan kasus positif berdasarkan hasil swab yang diumumkan Pemprov NTB. Lima kasus tambahan tersebut tersebar di Kecamatan Sekotong, Kuripan, Labuapi, Lingsar, Batulayar dan Narmada. Bertambahnya lima kasus ini, mengakibatkan hampir semua kecamatan di Lobar Zona merah Covid-19, ditambah Kecamatan Kediri dan Gunungsari. Dua kecamatan yang masih zona hijau, yakni Gerung dan Lembar.

Lima tambahan kasus positif di Lobar masing-masing, pasien nomor 111 atas nama SH asal Buwun Mas Sekotong. Pasien diketahui pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Pasien nomor 112 atas nama R asal Sigerongan Lingsar, bersangkutan pernah melakukan perjalanan ke Gowa. Pasien nomor 113 asal Sandik Batulayar atas nama Ny. RPL, Pasien ini memiliki riwayat kontak dengan pasien nomor 30. Keduanya merupakan pasutri saat ini dirawat di RSUD Tripat dalam kondisi baik. Pasien nomor 114 atas nama MS asal Giri Sasak Kecamatan Kuripan dan pasien nomor 115 atas nama AA asal Desa Lembah Sempaga Narmada.

Iklan

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid terus mengimbau masyarakat agar melaksanakan imbauan pemerintah dan MUI, sebab virus ini penularannya begitu cepat. “Kami terus mengimbau masyarakat agar menaati semua imbauan pemerintah dan MUI, tolong ini demi keselamatan kita bersama,” harap bupati, Kamis, 23 April 2020.

Menurutnya, satu warga yang terkena positif, maka tim melakukan pelacakan ke semua orang yang pernah kontak dengan bersangkutan. Langkah gugus tugas, jelas dia, terus memaksimalkan upaya pelacakan erhadap warga yang kontak dengan pasien. Setelah melakukan pelacakan, barulah warga yang kontak dengan pasien dites cepat. Begitu ada yang reaktif hasil tesnya langsung diisolasi di Sanggar Mutu untuk dilakukan swab.

Pihaknya tidak melakukan pembatasan seperti dilakukan Mataram atau KLU dengan memeriksa di perbatasan, karena dinilainya kurang efektif.

Sementara itu, Camat Kuripan Banu Harli mengatakan, langkah tim gugus kecamatan bersama puskemas langsung turun melakukan pelacakan terhadap keluarga pasien positif di Giri Sasak. Yang dilacak, jelas dia, istri, dua anak dan orang tuanya bersangkutan. “Tim Puskesmas Kuripan langsung turun tracing istri dan anak serta keluarga yang kontak dengan bersangkutan,” jelas dia.

Pihaknya bersama kepala desa, puskesmas sudah memperkirakan jumlah yang dilacak sekitar 15 orang lebih, termasuk istri dan anaknya.

Di sisi lain, Kepala Desa Giri Sasak Hamdani mengatakan, pasien ini pulang dari Gowa bersamaan dengan jamaah lainnya. Namun tidak menjalani karantina karena dijemput oleh rekannya. Selang dua hari semenjak pulang, ia diperiksa ke puskesmas. Keesokan harinya ia pulang ke Sekotong, lalu balik lagi mengambil beras. Namun adanya instruksi dari gugus tugas, pasien disuruh pulang untuk mengecek kesehatan di puskesmas. “Pulangnya langsung diisolasi, dia kebanyakan tinggal di Sekotong,” ujar dia. Bersangkutan memiliki anak dua orang, masih kecil-kecil. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional