Delapan Kecamatan di Lobar Dilanda Kekeringan

Tim Damkar Lobar saat turun mendroping air ke wilayah Batu Kuta Kecamatan Narmada belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kekeringan di wilayah Lombok Barat kian meluas. Bahkan sampai saat ini ada delapan kecamatan yang terkena kekeringan. Sebelumnya, tercatat hanya enam kecamatan yang dilanda kekeringan, namun bertambah dua lagi kecamatan di antaranya Lingsar dan Narmada.

Dua kecamatan ini sebelumnya tak pernah mengalami kekeringan. Jumlah dia yang terkena pun bertambah menjadi 28 desa dengan tambahan Desa Batu kuta Kecamatan Narmada. Kondisi ini diperparah akibat sumur bor yang tak bisa difungsikan alias mangkrak. Jumlahnya mencapai 30 unit yang tersebar hampir di seluruh wilayah Lobar.

Iklan

“Kekeringan makin meluas, tambahannya Desa Batu Kuta Kecamatan narmada yang dilanda kekeringan,” aku Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib, Kamis,  10 Oktober 2019.

Menurut dia, meluasnya dampak kekeringan dipicu musim kemarau yang begitu panjang. Sampai saat saat ini  belum terjadi hujan. Langkah penanganan masih dengan cara suplai air. Setahun ini pihaknya berkoordinasi dengan OPD lain dan pihak terkait lainnya terus melakukan droping air.  Menyoal kondisi armada kendaraan tangki yang tidak ada, diakuinya hal ini juga menjadi kendala.  Untungnya ada OPD lain seperti Damkar, Dinas Sosial dan PMI serta PDAM yang memiliki kendaraan tangki yang bisa dipakai. Terkait kendaraan tangki ini, pihaknya akan mendapatkan sumbangan dari perbankan.

Terkait penanganan kekeringan jangka panjang pihaknya tahun ini membangun tiga unit sumur bor. Salah satunya di wilayah Senggigi. Yang menjadi perhatiannya, saat ini banyak sumur bor mangkrak yang juga menjadi penyebab kurang maksimalnya penanganan kekeringan. “Ada 30 titik sumur bor tak bisa difungsikan alias mangkrak, ke depan kami akan fokus untuk perbaikan dan pemeliharaan sumur bor yang tidak berfungsi ini,” jelas dia.

Selain itu ke depan pihaknya mengusulkan agar ada tambahan dana. Ia mengusulkan tambah sebesar Rp1 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp3 miliar.

Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan Tohri menambahkan, bencana kekeringan yang melanda wilayah Lobar tahun ini kian parah, pasalnya berdasarkan data BPBD daerah yang terkena kekeringan bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai saat ini, terdata 28 desa di delapan kecamatan terkena dampak kekeringan dengan jumlah titik 79-80 dusun. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu mencapai 24 desa, enam kecamatan dan titik 71 dusun.

“Lebih parah kali ini, karena daerah yang ndak pernah minta distribusi air malah minta sekarang ini. ada 78-79 dusun, 28 desa dan delapan kecamatan yang terkena, lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” akunya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Fauzan Husniadi mengatakan ada tambahan satu kecamatan yang mengalami kekeringan, yakni Narmada. “Pak Kades Batu Kuta Kecamatan Narmada kemarin bersurat ke  kami. Langsung Rabu kami droping air ke sana,” aku dia.

Sejauh ini rata-rata dalam sepekan pihaknya melakukan droping air empat kali.  Sementara itu KBO Satuan Bimmas Polres Lobar, Ipda Ahmad mengatakan pihak Polres ikut membantu pemda menangani dampak kekeringan. Sejak awal terjadi kekeringan, pihak Polres sudah menyasar hampir semua wilayah Lobar yang mausk wilkum Polres Lobar. “Semua daerah sudah kami sasar.  Termasuk kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal karhutla, dan kamtibmas,” jelas Ipda Ahmad. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional