Dekopinwil NTB akan Galakkan Gerakan Koperasi di Masjid dan Generasi Milenial

Bambang Parmadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Provinsi NTB membidik generasi milenial dan masjid membentuk wadah untuk berkoperasi dalam rangka menggalakkan gerakan koperasi. Hal ini ditegaskan Ketua Dekopinwil Provinsi NTB, Bambang Parmadi yang baru dilantik oleh Ketua Dekopinwil, Dr. Sri Untari Bisowarno, M. Ap, Sabtu akhir pekan kemarin, bersama pengurus lainnya untuk periode 2020-2025.

Bambang Parmadi adalam wajah lama di Dekopinwil NTB, ia juga pentolan Komunitas Tangan Diatas (TDA). Sehari-hari Bambang bergelut dengan UMKM, dan usaha-usaha berskala UMKM. Sehingga menurutnya, gerakan koperasi tetap digalakkan berbasis UMKM. Anak-anak muda, generasi milenial menjadi sorotannya. Anak-anak muda yang zaman ini menjadi pemegang kunci perekonomian. Dekat dengan teknologi, dan mengembangkan bisnis berbasis teknologi.

“Anak-anak muda generasi millennial ini yang akan menjadi perhatian kami (Dekopinwil) untuk menggalakkan gerakan koperasi. Kita akan ajak mereka berkoperasi. Kita bisa masuk bersosialisasi melalui dunianya, dunia digital,” ujarnya. Bambang mengatakan, koperasi harus melekat di sanubari generasi milenial. Jangan sebaliknya, koperasi dianggap produk yang ketinggalan zaman.

Padahal koperasi adalah salah satu benteng pertahanan menjaga perekonomian. Selain generasi milenial, Bambang mengatakan membidik masjid-masjid yang sudah pasti memiliki kelembagaan. Masjid selain menjadi sarana ibadah, dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis syariah. Menggalakkan gerakan berkoperasi dari masjid, kata Bambang sangat ideal. Nantinya, pengurus masjid bisa melakukan kegiatan usaha sebagai lembaga ekonomi. Misalnya, untuk kebutuhan-kebutuhan masyarakat setempat, masjid bisa mengambil alih. Nantinya keuntungan usaha bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masjid, kegiatan komplek, dan dapat dikembalikan kepada masyarakat anggota koperasi masjid setempat.

“Kita bisa bantu dampingi nanti untuk membentuk pengurus, dan pendampingan seterusnya, bersama dinas yang membidangi koperasi. Kami usahakan tahun 2021 bisa lima masjid jadi pilot projek,” ujarnya. Selain dari target-target spesifik ini, Bambang Parmadi mengatakan, tentunya, keberadaan Dekopinwil Provinsi NTB turut mendukung kegiatan dan program perkoperasi yang digalakkan oleh pemerintah daerah. Selain itu, Bambang juga menambahkan, Dekopinwil akan berupaya mengembalikan lagi kejayaan Koperasi Unit Desa (KUD) melalui kegiatan revitalisasi KUD.

“Masih banyak KUD yang memiliki fasilitas dan pengurus. Kita usahakan dampingi untuk hidup kembali. Kita juga sudah lakukan kerjasama dengan produsen jamu kelor, masyarakat nantinya bisa menjual daun kelor ke KUD. Karena kebutuhan pabriknya 500 hektar,” demikian Bambang. (bul)