Deklarasi KLU sebagai Destinasi Wisata Dunia

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan mendeklarasikan program Lombok Utara sebagai destinasi Wisata Dunia. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen membangun daerah dan mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebagaimana yang diprogramkan pemerintah pusat.

Hal itu diungkapkan Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., disela-sela menghadiri even perayaan Lebaran Topat yang dirangkai dengan halal bil halal di pesisir pantai Sira, Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Rabu 13 Juli 2016.

Iklan

“Deklarasi Lombok Utara sebagai destinasi wisata dunia akan kita lakukan tanggal 21 Juli, bertepatan dengan puncak HUT Lombok Utara ke – 8,” kata Najmul.

Dengan komitmen deklarasi KLU sebagai destinasi wisata dunia itu, sambungnya, maka seluruh program dinas/SKPD yang tercantum harus bersinergi dengan pembangunan kepariwisataan. Di sektor ekonomi misalnya, dinamika ekonomi masyarakat Lombok Utara lebih besar ditopang oleh sektor kepariwisataan. Dimana bisnis hotel dan jasa usaha wisata begitu tumbuh maju.

Mewujudkan komitmen menjadikan daerah sebagai destinasi wisata internasional, harapan Najmul, setiap kebijakan daerah harus bermuara pada kemajuan sektor kepariwisataan. Dalam hal ini, dinas/SKPD wajib menyusun program prioritas dengan prinsip money follow function atau anggaran mengikuti prioritas program dengan menyelaraskan program lain yang menjadi fungsi utama.

Pada kesempatan itu Bupati Najmul Akhyar juga menyatakan, bahwa Pemda Lombok Utara juga siap mendukung dan menjadikan daerah Lombok Utara sebagai destinasi wisata halal seperti yang dicanangkan Pemprov NTB. Dalam upaya mendukung pariwisata halal, kedepannya akan banyak fasilitas dan sarana prasarana pendukung serta memperbanyak peluang investasi kepariwisataan yang berbasis layanan halal.

Di lain hal, Kades Sigar Penjalin, Harun Rajab, meminta agar program pembangunan fisik SKPD menyentuh obyek wisata di masyarakat. Salah satunya di lokasi Lebaran Topat kali ini. Akses masuk ke area ini belum diaspal.

“Kami berharap, jalan ini diaspal karena in sudah menjadi jalan umum. Mobil pengangkut material banyak juga yang melewati jalur ini, tetapi mereka kerap kesulitan,” ungkap Harun.

Selain itu, kata Rajab, dalam empat bulan terakhir pantai yang menuju Ombak Belek dan sekitarnya ini dimanfaatkan sebagai tempat bongkar muat material bangunan untuk diseberangkan ke Gili Matra (Meno, Trawangan dan Air). Oleh karenanya, akses jalan ini menyulitkan mobil-mobil pengangkut material untuk menuju ke arah pantai. Oleh sebab itu, lokasi ini juga perlu ditata jika kedepannya dijadikan sebagai pelabuhan alternatif. (ari)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here