Dekatkan Akses Pendidikan, Pemkab Lotim Bangun Sekolah Filial di Dusun Tanjah-Anjah

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, saat meninjau Dusun Tanjah-Anjah Desa Pangkelak Mas Kecamatan Sakra Barat beberapa waktu lalu. Di tempat ini nanti, Pemkab Lotim akan membangun sekolah filial.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) saat ini tengah merencanakan pembangunan sekolah filial (jarak jauh) di Dusun Tanjah-Anjah Desa Pangkelak Mas Kecamatan Sakra Barat. Pembangunan sekolah filial ini untuk lebih mendekatkan akses pendidikan terhadap para siswa yang berasal dari dusun tersebut.

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., mengaku sudah meninjau langsung kondisi masyarakat di Dusun Tanjah-Anjah. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di sana berupa masih renggangnya akses pendidikan baik sekolah dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di mana saat ini masyarakat dari Dusun Tanjah-Anjah menyekolahkan anaknya di sekolah dasar yang ada di Desa Pangkelak Mas.

Iklan

 “Selain akses kesehatan, kebersihan lingkungan. Kita juga akan membangun sekolah filial karena akses pendidikan di dusun ini cukup jauh,” terang bupati belum lama ini.

Bupati pada kesempatan itu meminta kepada Dinas Dikbud untuk meninjau dan merencanakan pembangunan filial. Terutama dari segi aturan dan syarat-syarat dalam pembangunan sekolah filial apakah sudah terpenuhi atau tidak. Apabila belum, bupati meminta supaya kekurangan-kekurangan dalam persyaratan secepatnya dapat dilengkapi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Dikbud Lotim, H. M. Zainuddin, mengaku sudah meninjau langsung Dusun Tanjah-Anjah yang menjadi lokasi dibangunnya sekolah filial. Dari tinjauannya itupun, Zainuddin mengungkapkan memang sudah layak dibangun sekolah filial, karena jarak tempuh dari sekolahnya saat ini cukup jauh.

Bahkan dari pendataan yang dilakukan, syarat untuk dibangunkan sekolah filial sudah memenuhi. Pasalnya jumlah murid dari Dusun Tanjah-Anjah sebanyak 22 orang, sehingga sangat layak didirikan sekolah filial. “Dari segi jumlah murid sudah memenuhi. Bisa untuk satu kelas karena jumlahnya 22 orang,” jelasnya.

Zainuddin memastikan, pada tahun ajaran baru mendatang, sekolah filial sudah berdiri dan dapat dilakukan penerimaan peserta didik baru. Hanya saja, jelasnya, dalam pembangunan sekolah filial ini data pokok pendidikan (dapodik) siswa masih melekat di sekolah induk sebelumnya. “Sekolah filial ini sama halnya Sekolah Satu Atap (Satap). Dapodiknya harus di sekolah induk dulu,”pungkasnya. (yon)