Defisit Anggaran Rp40 Miliar, Pembangunan Sejumlah Proyek di Lobar Ditunda

Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi fiskal daerah mengalami defisit menyusul alokasi belanja yang direncanakan tak sesuai dengan pendapatan. Pemda berencana menutupi melalui penjualan aset bergerak dan bekas serta pemasukan dari PAD, namun tidak mampu mencukupi, sehingga Pemda terpaksa memangkas anggaran Rp 40 miliar lebih.

“Kita lakukan rasionalisasi anggaran Rp40 miliar, itu sebabnya proyek Kantor Dinas Perizinan dan Dinas PU ditunda, karena fiskal tidak tidak mampu,” kata Asisten III Setda Lobar Dr. H. Fathurrahim, Rabu, 6 Juni 2018.

Iklan

Diakuinya, pemda melakukan rasional anggaran Rp 40 miliar di semua OPD. Sebab upaya untuk menutupi dari lelang aset dan PAD tidak mencukupi. Akibat kondisi fiskal inilah Pemda memangkas belanja di semua OPD. Pemangkasan anggaran per OPD variatif, tergantung anggaran di masing-masing OPD. Pemangkasan belanja ini mengakibatkan dua proyek pun terkena dampak. Langkah ini diambil untuk mengimbangkan anggaran.

Terkait pencapaian PAD, menurutnya tetap dilakukan evaluasi setiap bulan. Dari awal tahun, Kepala OPD sanggup mencapai target, namun dalam perjalanan ada yang tidak mencapai target akibat ada perubahan regulasi di pusat, sehingga OPD tidak bisa memungut PAD. “Kalau dipaksakan malah akan kacau,” tukasnya.

Kabag Admistrasi Pembangunan dan ULP Setda Lobar Heri Ramadan, menambahkan, dua proyek tersebut ditunda pelaksanaannya karena masalah anggaran. Anggaran defisit disebabkan asumsi pendapatan dari PAD tidak sesuai target,sebab dari target yang dicapai tidak sesuai harapan. Jika dipaksakan, maka untuk dikerjakan malah tidak ada sumber anggaran. “Memang fiskal kita defisit, makanya tidak mampu biayai proyek itu,” ujarnya.

Lebih jauh kata Heri, proyek ini jelasnya akan dilaksanakan tahun depan. Masing-masing proyek ini bernilai Rp 900 juta untuk proyek Kantor PU, proyek Kantor Dinas Perizinan Rp 7miliar lebih. Diakui dua proyek ini terkena rasionalisasi, karena pengajuan lelang terlambat sehingga ditunda. (her)