Debit Air PDAM Kecil, Masyarakat Maringkik Masih Beli Air Bersih

Selong (Suara NTB) – Keluhan masyarakat di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Keruak akan kebutuhan air bersih seolah tak pernah terjawab oleh pemerintah setempat. Meski PDAM Lotim beberapa waktu lalu sudah membangun sumur bor dan mengalirkan air dengan memasang pipa bawah laut, masyarakat masih tetap membeli air bersih. Apalagi, debit air milik PDAM sangat kecil.

“Sejak zaman nenek moyang kita, air bersih ini yang menjadi kendala kita, meskipun saat ini pipa air dari PDAM sudah masuk dan berfungsi. Namun persoalannya, debit air yang mengalir sangat kecil,” aku Kepala Desa Pulau Maringkik Kecamatan Keruak, Nusapati, dikonfirmasi di Selong, Kamis, 23 Februari 2017.

Iklan

Kecilnya debit air yang masuk, lanjutnya, mengakibatkan masyarakat di Desa Pulau Maringkik dalam satu hari hanya bisa mendapatkan air beberapa liter. Untuk mencukupi kebutuhan dalam satu hari atau satu kepala keluarga (KK) tidak mencukupi.  Sementara, kebutuhan masyarakat pada umumnya sangat banyak mulai dari minum, memasak, mandi mencuci pakaian dan lainnya. “Untuk air dari PDAM melalui pipa dalam laut mengalir normal, namun debit air yang mengalir dari pipa berukuran 2 inci sangat kecil. Inilah yang perlu diperhatikan lagi,” ujarnya.

Nusapati menuturkan, kelangkaan air bersih di wilayah yang dipimpinnya sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Pasalnya, kecilnya debit aliran air PDAM yang masuk mengharuskan masyarakat untuk pergi ke darat dalam hal ini, Telong-Elong untuk membeli air. Di mana, dalam satu tandon air, masyarakat Maringkik harus mengeluarkan rupiah antara, Rp 150 ribu sampai Rp 160 ribu.

Disinggung mesin penyulingan air dari air asin menjadi air tawar yang sudah dibangun di wilayah itu sekitar pada tahun 2011 lalu, Nusapati mengaku, selama ini mesin tersebut tidak pernah berfungsi. Mesin penyuling air hanya berfungsi hanya sekitar tiga bulan saat ia menjabat sebagai Kades.  (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here