Debit Air Menurun, Layanan PDAM Loteng Terganggu

MEMASUKI musim kemarau tahun ini kondisi debit di sumber-sumber air baku yang dikelola Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Praya mulai menurun. Akibatnya, pelayanan air bersih ke sejumlah wilayah pun terganggu Dengan tiga kecamatan yang paling parah merasakan dampak, yakni Kecamatan Pujut, Praya Barat dan Praya Barat Daya.

Pasalnya, untuk pelanggan PDAM di tiga kecamatan tersebut, sumber air bakunya diambil dari Bendungan Batujai. Sementara kondisi debit di bendungan tersebut sudah jauh menurun. Pihaknya PDAM Praya pun terpaksa menggilir penyaluran air bersih ke tiga kecamatan ini.

Iklan

“Untuk layanan air bersih di tiga kecamatan yang kita suplai dari fasilitas WTP Bendungan Batujai, saat ini kita berlakukan sistem bergilir. Untuk mensiasati debit air yang kini sudah jauh menurun,” terang Direktur Teknis PDAM Praya, L. Sukemi Ardhiantara, kepada Suara NTB, Selasa, 22 Mei 2018.

Ia menjelaskan, total ada sekitar 9 ribu pelanggan di tiga kecamatan ini dengan kebutuhan normal air bersih sekitar 85 sampai 100 liter per detik. Sementara saat ini, kemampuan produksi air bersih dari fasilitas WTP Bendungan Batujai tinggal sekitar maksimal 50 liter per detik. Sehingga mau tidak mau, ada pelanggan yang tidak bisa terlayani air bersih.

Untuk mensiasati hal ini, PDAM Praya akhirnya menyalurkan air bersih secara bergilir supaya semua pelanggan bisa tetap terlayani air bersih, kendati tidak setiap saat. “Kalau tidak dengan cara ini, tidak akan bisa semua pelanggan bisa terlayani. Karena produksi air bersih saat ini sudah jauh menurun. Karena debit air yang ada sudah jauh berkurang,” terangnya.

Saat ini, ketersediaan air baku di Bendungan Batujai tinggal sekitar 8 juta meter kubik. Kalau untuk kebutuhan air bersih bagi pelanggan di tiga kecamatan masih bisa terlayani secara normal. Tapi kebutuhan air baku di Bendungan Batujai bukan hanya untuk kebutuhan air bersih saja, tapi juga untuk kebutuhan pertanian. (kir)