Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lotim Dikritik

Selong (Suara NTB) – Debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur (Lotim)yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lotim, Rabu, 18 April 2018 malam dikritik. Pasalnya, banyak pihak yang kecewa dalam penyelenggaran acara debat. Persiapan pihak penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim kurang begitu matang, termasuk dengan pihak dari event organizer (EO).

Kritikan pertama disampaikan Ketua Japda NTB, Lalu Syaparudin Aldi melihat KPU belum siap menyelenggarakan debat. Menurutnya, debat publik tidak usah dilakukan daripada akan membuat malu semua pihak, termasuk dari pasangan calon itu sendiri. “Kalau tidak siap jangan noak ngadakan debat, ini hanya bikin malu,’’ kritiknya.

Iklan

Sementara moderator debat, Roma Hidayat, mengaku, pelaksanaan debat hampir seperempatnya adalah perjudian. Hal itu dikarenakan setting ruangan baru final 30 menit sebelum debat, tidak ada briefing dan gladi resik serta untuk dukungan teknis. Selain itu, tidak ada bahan bacaan moderator, kursi, mikropon dan lain sebagainya. Penertiban dan pengamanan oleh panitia terhadap audiens tidak dilakukan serta tidak adanya ruang improvisasi oleh moderator.

“Nyaris kami hanya jadi tukang baca soal. Aturan KPU sangat ketat, pilihan kata dan warna saja diatur. Saya mohon maaf jika tidak optimal,” terangnya.

Sementara, Komisioner KPU Lotim Divisi SDM dan Patmas, Musa Al Hadi menjelaskan, terlepas dari kecewa berat yang didapatkan pelaksanaan yang tidak maksimal, pihaknya tetap melaksanakan debat. Dalam hal ini, ujarnya, pelaksanaan debat persiapannya sudah ready for us. Namun pada detik-detik acara akan dimulai salah seorang dari EO menyampaikan ada sesuatu yang masih kurang, yakni dirigen.

Meski demikian, pelaksanaan debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur (Lotim) berjalan lancar dan aman sebagaimana yang diharapkan. Pada kesempatan itu, paslon menyampaikan visi dan misi dan menyindir kebijakan dari paslon yang sudah pernah menjabat pada periode sebelumnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here