Debat Kedua Pilkada Dompu Usung Topik Kesejahteraan

Jajaran KPU Kabupaten Dompu saat melakukan sortir surat suara di kantor KPU Dompu, Selasa, 17 November 2020.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – KPU Kabupaten Dompu memutuskan tidak lagi memanfaatkan gedung Samakai Dompu sebagai tempat pelaksanaan debat kedua. Namun debat bakal dilaksanakan di gedung Dewan atau aula KPU Dompu. Pada debat ini, pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati akan diajak membahas soal kesejahteraan masyarakat berbasis lingkungan, pertambangan dan sosial ekonomi.

Ketua KPU Dompu, Drs Arifuddin kepada Suara NTB, Selasa, 17 November 2020 mengungkapkan, mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis pada lingkungan, pertambangan, sosial ekonomi menjadi tema umum pada debat kedua yang akan dilaksanakan pada 4 Desember 2020 mendatang. Debat ini akan dimoderatori oleh Ferry Kurniawan, mantan komisioner KPU RI. “Tim pakarnya juga beda lagi, karena temanya beda dari debat sebelumnya,” kata Arifuddin.

Pada debat kedua ini, kata Arifuddin, pihaknya tidak lagi menggunakan gedung Samakai Dompu sebagai tempat pelaksanaan debat. Pihaknya akan memilih antara gedung DPRD Dompu atua aula kantor KPU Dompu. Model debat tidak ada perubahan. Yaitu moderator bertanya, peserta menjawab. Juga tetap ada sesi peserta saling bertanya, saling menyangka. “Kemudian ada koreksi terkait dengan suara saat siaran langsung. H-1 kita akan lakukan uji coba,” ungkapnya.

Terkait kesiapan logistik pemilu, Ketua KPU Dompu, Arifuddin mengaku, sekitar 90 persen logistik sudah berada di Dompu. Diantaranya logistik kotak suara, surat suara, kabeltis, tinta, pipet tetes, hansanitizer, masker dan lainnya. “Hari ini kita sudah mulai merakit kotak suara. Setelah rampung semua kotak baru sortir surat suara. Karena rencananya, setelah selesai sortir langsung dimasukan ke dalam kotak, supaya tidak tercecer,” ungkapnya.

Logistik yang belum ada berupa logistik model C KWK papan dan model C KWK meja, serta amplop surat suara sah, dan aplop surat suara batal. Untuk kedua logistik ini masih menunggu PKPU rujukannya. “Kayaknya masih agak lama, karena masih menunggu PKPU,” katanya. (ula)