DBD Renggut Dua Jiwa di Kota Bima

Ahmad. (Suara NTB/Jun)

Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, mencatat 54 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Terhitung sejak Januari-Maret tahun 2021. Dari total temuan warga terjangkit pada enam wilayah puskesmas itu, dua diantara pasien anak meninggal dunia setelah melalui proses perawatan.

Sekretaris Dikes Kota Bima, Ahmad kepada Suara NTB, Rabu, 17 Maret 2021 menyampaikan, cukup dominan penularan penyakit berbasis lingkungan ini berada di wilayah puskesmas Pena Nae Kecamatan Raba. “Paling banyak kasus saat ini di wilayah Puskesmas Pena Nae,” cetusnya.

Iklan

Puluhan pasien terjangkit rata-rata bayi dan balita. Termasuk dua orang yang meninggal lantaran terlambat mendapat penanganan medis tim dokter.

Mereka, lanjut dia, datang ke sarana kesehatan setelah mengidap demam tinggi selama tujuh hari di rumah, karenanya kondisi pada saat awal penanganan sudah sangat memperihatinkan. “Ini telat dibawa, sampai tujuh hari demam masih di rumah, jadi sudah DSS atau mengalami komplikasi serius,” jelasnya.

Terus bertambahnya pasien positif DBD di tengah cuaca ekstrim ini, menurut Ahmad, selain karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, juga pengaruh kondisi lingkungan yang kumuh.

Terhadap sejumlah titik temuan kasus, pihaknya sudah melakukan Penyelidikan Epidemologi (PE) dengan sasaran utama jentik nyamuk, mulai dari rumah pasien hingga radius 100 meter.

Sejauh proses tersebut berlangsung, 47 titik kasus diputuskan penanganannya lewat program fogging, termasuk penaburan bubuk abate serta menggerakan kesadaran masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Fogging itu langkah terakhir dalam penanganan kasus, bukan pencegahan. Jadi paling efektif sebetulnya yakni pemberantasan sarang nyamuk,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional