Daya Beli Masyarakat Minus, Realisasi APBD Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Achris Sarwani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi virus Corona (Covid-19) yang telah berlangsung di NTB sejak Maret lalu, ikut mempengaruhi penurunan daya beli masyarakat. Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB memproyeksikan hal tersebut akan memberi pengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi ke depan.

Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani menerangkan, salah satu penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi adalah tingkat konsumsi rumah tangga. Dalam situasi saat ini, konsumsi masyarakat disebutnya ikut menurun. Salah satunya karena berkurangnya pendapatan masyarakat akibat penutupan lapangan kerja, pengurangan karyawan bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Iklan

‘’Pasti berpengaruh, akibat dari penerapan pembatasan sosial yang imbasnya turunnya aktivitas transaksi ekonomi dan data penjualan eceran juga sangat menurun,’’ ujar Achris saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Juli 2020. Diterangkan, data penjualan eceran di NTB telah menurun sejak Maret lalu.

Berdasarkan catatan pihaknya, pengurangan konsumsi oleh masyarakat telah mempengaruhi permintaan barang pokok dan produk primer, sekunder, dan tersier. Di mana satu-satunya peningkatan permintaan hanya tercatat pada Mei lalu karena adanya Hari Raya Idul Fitri.

‘’Sejak Januari turun terus meski Mei sempat naik karena ada Ramadhan atau lebaran. Turunnya itu mencapai -5.64 persen,’’ jelas Achris. Menurutnya, dengan kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai 65,67 persen, penurunan yang terjadi pasti akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di NTB.

‘’Bandingkan dengan kontribusi konsumsi pemerintah seperti realisasi APBN/APBD yang hanya 14,95 persen dan investasi berkontribusinya sebesar  37,87 persen. Itu masih kecil. Yang besar itu konsumi tadi,’’ sambungnya.

Untuk menanggulangi situasi tersebut, Achris menyebut ada beberapa sektor yang masih bisa menopang pertumbuhan ekonomi. Antara lain sektor konstruksi yang sudah mulai berjalan, juga sektor pertanian dan ekspor tambang dari PT.AMNT yang masih bergerak di tengah pandemi.

  Pemerintah Targetkan 6,80 Persen Pertumbuhan Ekonomi NTB

‘’Yang juga sangat penting adalah kecepatan serta tingkat realisasi APBD-nya Pemda. Itu juga akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Suntono, menerangkan keputusan perusahaan merumahkan bahkan melakukan PHK karyawan akan mempengaruhi pendapatan rumah tangga. Di mana hal tersebut akan berpengaruh juga pada daya beli atau tingkat konsumsi.

‘’Adanya penurunan daya beli mempengaruhi kemiskinan dan ekonomi, tapi berapa persentase pengaruhnya saya tidak bisa menjawab. Karena seberapa besar peningkatan nanti ketika keluar hasil surveinya,’’ ujarnya. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here