Datu Seran Ekspress Hentikan Operasi di Dermaga Labuhan

Taliwang (Suara NTB) – Kapal Cepat Datu Seran Ekspress ternyata menghentikan operasional pelayarannya di dermaga Labuhan Lalar. Penghentian sementara itu dilakukan PT Kaleang Sakti (KS), selaku manajemen kapal menyusul belum finalnya kerja sama yang ditawarkan kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Direktur PT KS, Faturrahman MD mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menanti tindaklanjut Pemda KSB atas kesepahaman yang telah diambil bersama Pemda KSB mengenai kerja sama yang ditawarkan sebelumnya untuk memanfaatkan dermaga Labuhan Lalar.

Iklan

“Sebelumnya kita sudah MoU. Nah yang kita tunggu sekarang itu perjanjian kerja samanya saja,” ungkapnya kepada media ini.

Ia menjelaskan, kerja sama yang ditawarkan pihaknya kepada Pemda KSB bukan dalam bentuk subsidi. Melainkan kerja sama pembelian tiket. Dalam kerja sama ini perusahaan meminta Pemda membantu kegiatan penjualan tiket untuk menutupi biaya operasional kapal dalam setiap kali pelayaran.

Adapun sistemnya, Pemda KSB mengakomodir penjualan tiket sebanyak 50 kursi setiap pelayaran Datu Seran Ekspress dari dan menuju dermaga Labuhan Lalar. “Biaya untuk menutupi kebutuhan BBM (minyak) sekitar Rp 20 juta sekali pelayaran. Harapan kita di tahap awal ini Pemda KSB bisa bantu kami karena kami sudah menyiapkan armada untuk pemanfaatan dermaga Labuhan Lalar,” beber Faturrahman.

Menurutnya, kerja sama yang itu tidak berlangsung permanen. PT KS dalam penawarannya, bantuan penjualan tiket itu paling lama berjalan selama 1 tahun termasuk dalam tahapan promosi di awal operasionalnya.

“Bahkan kami siap dievaluasi per 3 bulan. Jadi kalau sudah ramai penumpangnya, maka kami akan secara mandiri melakukan penjualan tiket,” ujarnya.

Dari sisi keuntungan, Faturrahman mengungkapkan menyiapkan komitmen terbaik kepada Pemda KSB. Di mana PT KS bersedia memberikan pendapatan kepada Pemda KSB sebesar 10 persen sampai 12 persen dari keuntungan bersih perusahaan ke depan. “Itu tidak termasuk retribusi biaya tambat kapal di dermaga Labuhan Lalar,” klaimnya.

  Operator Ojek ’’Online’’ Diimbau Koordinasi dengan Kominfo

Ia mengakui, pihaknya sementara ini menghentikan operasional pelayaran di dermaga Labuhan Lalar. Selain karena belum adanya kesepakatan terkait kerja sama yang diajukan kepada Pemda KSB, alasan lainnya karena jumlah penumpang yang minim setiap pelayaran. “Kita baru berlayar sekali dari sana. Setelahnya kita coba lagi ternyata hanya 10 sampai 15 penumpang saja. Makanya terpaksa kami hentikan,” ujarnya seraya menambahkan, kini pihaknya hanya melayani pelayaran di dermaga Benete, kecamatan Maluk.

“Kalau di Benete kami masih dapat bagian satu kali trip sehari. Tapi kami sangat ingin bisa melayani masyarakat KSB dari dermaga Labuhan Lalar. Makanya kami berharap Pemda menerima tawaran kerja sama kami,” sambung Omen sapaan akrab Faturrahman.

Selanjutnya ditanya mengenai pernyataan Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST yang telah menyatakan tidak akan menerima kerja sama yang ditawarkan pihaknya? Omen mengaku, pihaknya telah menjelaskan secara rinci tawaran yang diajukannya itu kepada Wabup.

“Saya sudah coba jelaskan. Memang mungkin ada sedikit informasi yang tidak sampai kepada beliau karena kami ajukan suratnya lewat dinas (perhubungan) dan langsung ke bupati,” tukasnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here