Data Pengangguran Lotim Meningkat

H. Supardi (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pada tahun 2019 lalu, data angka pengangguran di Lombok Timur (Lotim) 3,36 persen dari sekitar 500 ribu angkatan kerja. Data ini diprediksi meningkat tahun 2020 ini akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). data terakhir dirilis, peningkatannya menjadi 3,42 persen atau sekitar 17 ribu orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim, H. Supardi menjawab Suara NTB, Jumat, 20 November 2020, mengatakan, adanya penambahan jumlah pengangguran itu cukup rasional. Namun dari catatan tersebut, jumlah peningkatannya dinilai masih dibatas normal.

Iklan

Fakta kondisi perekonomian masyarakat di tengah situasi pandemi Covid ini cukup sulit. Banyak karyawan yang terpaksa dirumahkan sementara. Bahkan ada juga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Lapangan pekerjaan baru sulit tersedia. Peluang-peluang kerja di tempat lain juga tidak bisa diakses. Diperparah lagi belum dibukanya penempatan tenaga kerja di luar negeri. Beberapa kali pelatihan yang dilakukan sulit dilanjutkan dengan penempatan.

Ditambahkan, penempatan di luar negeri ada pembukaan di 23 negara. Akan tetapi, warga Lotim minim sekali yang minat ke negara-negara tersebut. “Ada yang ke Aljazair, Nigeria dan lainnya ini jarang diminati warga kita (Lotim),” ucapnya.

Sebagian besar warga Lotim ini memilih Malaysia dan beberapa negara Timur Tengah. Sementara Malaysia sampai saat ini masih moratorium. “Penempatan ke luar negeri berkurang, bahkan yang sudah mendapat ID juga tidak bisa berangkat,” paparnya lagi.

Sebaliknya, tidak sedikit pekerja migran Lotim ini dideportasi. Fakta ini jelas mempengaruhi data pengangguran. Kondisi di dalam negeri sambungnya sangat terbatas.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Lotim sejauh ini hanya bisa meneruskan pelatihan. Upayanya pelatihan yang berbasis mandiri, sehingga bisa melahirkan tenaga yang berkompeten, sehingga, ketika tidak ada peluang ke luar negeri maka bisa buat usaha sendiri. (rus)