Data Ganda Penerima JPS Gemilang Dicoret

T. Wismaningsih Drajadiah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB meminta Pemda Kabupaten/Kota melalui Pemerintah Desa dan Kelurahan agar benar-benar melakukan verifikasi dan validasi data 105.000 KK penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Varifikasi dan validasi (verivali) yang dilakukan di tingkat desa/kelurahan untuk mencegah adanya masyarakat penerima yang dobel atau ganda mendapatkan bantuan dari pemerintah.

‘’Kalau ada data penerima JPS Gemilang yang masuk juga di dalam penerima PKH dan BPNT maka harus dicoret, dikeluarkan. Makanya validasi itu dimaksudkan untuk mengetahui penerima yang ganda. Kalau ada ganda langsung dikeluarkan,’’ ujar Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 20 April 2020, Senin, 20 April 2020.

Iklan

Seperti yang terjadi di Lombok Tengah, lebih dari 5.000 KK penerima JPS Gemilang yang ditemukan terindikasi ganda. Karena dari data yang diberikan provinsi ke kabupaten/kota, dilakukan verifikasi dan validasi data lagi. Apakah nama-nama masyarakat yang menjadi calon penerima bantuan masih hidup atau meninggal dunia.

Kemudian, apakah nama masyarakat yang tercantum menerima JPS Gemilang, tidak masuk menerima bantuan JPS pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH), program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau penerima kartu sembako. Bahkan, nama-nama calon penerima yang dikirim provinsi ke kabupaten/kota sesuai jumlah kuota untuk masing-masing Pemda, jangan sampai juga masuk sebagai penerima JPS kabupaten/kota.

‘’Yang penting,  penerima JPS Gemilang ini bukan orang  yang masuk JPS Pusat dan JPS kabupaten/kota. Jangan sampai penerima bantuan ganda,’’ tegas Wismaningsih.

Apabila ada tambahan data masyarakat penerima sesuai dengan kriteria penerima bantuan, Wismaningsih menegaskan penetapannya melalui musyawarah desa (Musdes) dan musyawarah kelurahan (Muskel). Ia mengatakan, update data masyarakat miskin sebenarnya sudah diminta oleh Pemprov NTB sejak Februari lalu ke kabupaten/kota.

Namun, baru Kota Mataram yang sudah melakukannya. Sedangkan sembilan kabupaten/kota lainnya masih sedang melakukan verifikasi dan validasi. ‘’Update data ini sebenarnya tanggung jawab desa/kelurahan masalah data ini. Karena kita sudah minta sejak bulan Februari. Seharusnya data-data ini bolanya di desa,’’ katanya.

Wismaningsih menjelaskan, kuota 105.000 KK calon penerima JPS Gemilang datanya berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dari nama-nama yang terdapat di DTKS, Pemprov menyusun kuota untuk masing-masing kabupaten/kota.

Kemudian data tersebut dikirim ke desa dan kelurahan untuk dilakukan validasi. Pemerintah Desa atau Kelurahan melakukan pengecekan ke lapangan. Apakah nama-nama calon penerima masih ada atau sudah meninggal. Setelah itu datanya dikembalikan lagi ke Dinas Sosial.

Tetapi, kata Wismaningsih, justru data calon penerima semakin bertambah, melebihi kuota yang disiapkan Pemprov NTB sebanyak 105.000 KK. Seharusnya, datanya semakin berkurang setelah dilakukan validasi.

‘’Tetapi ternyata banyak lagi, melebihi kuota. Sebenarnya pemerintah desa atau kelurahan bukan lagi mengusulkan kuota tambahan baru. Tapi mengecek data yang lama,’’ katanya.

Untuk data tambahan usulan dari kabupaten/kota yang tidak tercover bantuan JPS Gemilang. Nantinya akan dimasukkan data penerima JPS daerah, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan penerima kartu sembako. Di mana, NTB memperoleh tambahan kuota penerima dari Kementerian Sosial (Kemensos).

‘’Yang sudah diusulkan lagi oleh kepala desa yang melebihi kuota. Yang tak masuk JPS Gemilang nanti diusulkan dapat  BLT Dana Desa. Atau diselesaikan oleh JPS kabupaten/kota,’’ terangnya.

Wismaningsih menyebutkan, pendistribusian JPS Gemilang sudah dilakukan di tiga kabupaten/kota. Yakni, Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Untuk Kota Mataram, bantuan sembako JPS Gemilang sudah didistribusikan ke semua kecamatan pada 18 April lalu.

Sedangkan di Lombok Barat dan Lombok Utara, masing-masing sudah didistribusikan ke dua kecamatan. Untuk wilayah Lombok Barat, bantuan sembako JPS Gemilang telah didistribusikan ke Kecamatan Gunungsari dan Batulayar. Sedangkan untuk wilayah Lombok Utara, sudah didistribusikan ke Kecamatan Pemenang dan Tanjung. Ditargetkan, pendistribusian JPS Gemilang di Lombok Barat dan Lombok Utara tuntas di semua kecamatan pada 24 April mendatang.

Sementara untuk Lombok Tengah dan Lombok Timur mulai disalurkan 22 – 27 April. Sumbawa dan Sumbawa Barat pada tanggal 22 – 26 April. Untuk wilayah Dompu, Kota Bima dan Bima pada 22 – 28 April. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional