Dari Sumbawa, Arief Budi Witarto Memperkaya Penelitian Covid-19

Arief Budi Witarto (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Direktur STP, Dr. Arief Budi Witarto, M.Eng menjadi sosok yang menambahkan dimensi yang lebih kaya dalam penanganan Covid-19 di NTB. Melalui berbagai penelitian dan terobosan yang dilakukannya, ia tidak hanya ambil bagian dalam rantai deteksi Covid-19. Melainkan juga menambahkan penemuan-penemuan baru seputar pemeriksaan Covid-19.

Dari salah satu sudut Pulau Sumbawa, pakar bioteknologi ini mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mendorong terobosan-terobosan baru dalam penelitian seputar teknik pemeriksaan dan deteksi Covid-19.

Iklan

Ada serangkaian terobosan yang telah dilakukan Dr. Arief. Salah satu yang terbaru adalah pool test atau tes swab secara massal. Tak tanggung-tanggung, jumlah peserta tes swab massal bisa mencapai 900 orang sekaligus. Jumlah ini bahkan bisa saja bertambah jika didukung tenaga swab yang mencukupi.

Penelitian untuk mengawali pool test di NTB ini sudah dimulai di Sumbawa, Sabtu, 16 Mei 2020 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum yang mendaftar, dari berbagai kalangan. Belakangan, sejumlah pejabat pun ikut serta berkontribusi menjadi bagian dari penelitian pool test ini.

‘’Mulai dari Wakil Bupati, Sekda, para Kepala Dinas dan Badan yang hadir, ikut serta. Masyarakat umum relawan yang mendaftar pun hampir semua minta difoto dan video kegiatan pengambilan swab-nya. Lalu disebarkan sendiri melalui medsos,’’ tutur Arief saat menjelaskan kegiatan pool test perdana yang digelar di Sumbawa, beberapa waktu lalu.

Arief menjelaskan, pihaknya menilai kegiatan ini satu sisi sudah berhasil menghapus rasa takut yang berlebihan terhadap upaya pencegahan Covid-19 melalui swab dan pemeriksaan PCR.

Selama ini, swab test memang masih dipandang sebagai metode yang dapat membuat orang yang menjalaninya mendapat stigma sebagai penyandang Covid-19. Namun, dengan keberhasilan pool test di Sumbawa, stigma itu bisa terkikis.

Arief menjelaskan, pool test, bisa menjadi sarana untuk melakukan pemeriksaan secara massal. Sekaligus bisa memberikan hasil yang lebih akurat ketimbang rapid test. Pada dasarnya, pool test sama dengan swab test. Hanya saja, metodenya dimodifikasi sehingga dapat memeriksa lebih banyak orang sekaligus.

Sebelum pool test ini, di STP, Arief juga telah melakukan modifikasi reagen yang kemudian berhasil menghasilkan metode pemeriksaan yang dapat memberitahukan tidak hanya konfirmasi positif atau tidaknya seseorang. Jumlah partikel virus dalam tubuh seseorang pun bisa terkonfirmasi berkat metode ini.

Arief juga mengembangkan teknik pemeriksaan pada feses pasien Covid-19 di Sumbawa. Hasilnya, ditemukan kandungan virus Corona di feses penderita. Hal ini, ujar Arief, kemungkinan menjadi salah satu alasan mengapa ada orang yang kembali terinfeksi Covid-19 setelah dinyatakan sembuh.

Keterlibatan Arief di berbagai proyek penelitian ini telah menambah daftar panjang dedikasinya untuk daerah NTB, khususnya di Sumbawa, tempat STP berdiri. Arief meraih gelar S3 di bidang biotekonologi protein.

Risetnya mengenai Rekayasa Protein atau Protein Engineering sebagian besar ia lakukan sewaktu menempuh pendidikan formal jenjang S-1, S-2 dan S-3 di Tokyo University of Agriculture and Technology di Tokyo-Jepang.

‘’Jadi saya bikin rekayasa protein untuk sensor glukosa darah,’’ ujarnya dalam sebuah perbincangan dengan Dr. Dono Widiatmoko, 5 Mei 2020 lalu.

Pulang ke Indonesia, Arief bekerja di LIPI Biotek, ia menjadi konsultan riset di Litbang RS Kanker Darmais. Di sinilah ia mulai banyak bersentuhan dengan pekerjaan diagnostik genetik. ‘’Itu menghitung viral load dari HPV untuk serviks. Itu (perangkatnya) bikin sendiri dengan dokter-dokter di patologi klinik,’’ ujar pria kelahiran Lahat, Sumatera Utara, 12 Mei 1971.

Dr. Zulkieflimansyah lalu mengajak Arief untuk berkiprah di Sumbawa. Dari awalnya menjadi Rektor UTS melanjutkan estafet kepemimpinan Zulkieflimansyah, Arief kemudian dipercaya menakhodai STP.

‘’Jadi ketika ke sini, ke Sumbawa, memang niat awalnya pendidikan. Setelah mulai jalan, saya ke inovasi,’’ pungkasnya. (aan)