Dari Studi Banding di Misano, Polda NTB Belajar Pengamanan MotoGP Langsung ke Sumbernya

Tim Polda NTB saat berada di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Rimini, Italia Sabtu, 24 Oktober 2021 saat studi banding pengamanan MotoGP untuk persiapan pengamanan Sirkuit Mandalika.(Suara NTB/dok_Imam Thobroni)

Mataram (Suara NTB) – Ilmu pengamanan balap kelas dunia Polda NTB bertambah berkat studi banding balapan MotoGP seri 13 di Misano World Circuit Marco Simoncelli akhir pekan lalu. Sudah lebih sepekan Polda NTB mengikuti langsung jalannya balapan di Provinsi Rimini, Italia tersebut. Hasilnya, Polda NTB tambah yakin dengan rencana pengamanan yang sudah disusun sebelumnya.

Lebih istimewa lagi, studi banding ini bertepatan dengan penentuan gelar juara dunia kelas MotoGP yang diraih pembalap Yamaha Monster Energy Fabio Quartararo. Juga, balapan perpisahan dari sang legenda hidup MotoGP Valentino Rossi di sirkuit kandang di pesisir timur Italia tersebut.

Iklan

“Kita mendapat ilmu banyak dari polisi Italia dan Dorna. Konsepnya sudah sama dengan kita. Sudah mirip dengan rencana operasi kita,” ucap Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Imam Thobroni, Senin, 25 Oktober 2021 yang masih berada di Italia dihubungi dari Mataram.

Imam menceritakan kegiatan pengamanan mulai digelar sejak agenda latihan bebas pada hari Jumat. Atau rangkaian hari pertama jadwal balapan. Tim Polda NTB bergabung dengan polisi wilayah Provinsi Rimini atau polisi setingkat Polda di Italia.

“Kita mendapat pemaparan bagaimana mengelola lalu lintas, bagaimana mereka menggunakan polisi dan carabinieri atau Brimob-nya. Pada intinya kita dipaparkan bagaimana polisi di sana mengelola event tersebut,” urainya.

Pada hari kedua balapan dengan agenda latihan bebas dan kualifikasi, tim Polda NTB berkesempatan meninjau langsung pengamanan sirkuit. Di sana diperlihatkan mengenai penempatan titik pengamanan kepolisian, persebaran titik anjing pelacak, serta penempatan posisi Brimob, dan koordinasi pusat komando.

Hari ketiga atau hari balapannya, tim Polda NTB menemui Direktur Operasional Dorna Sport yang menangani jalannya balapan. Pembahasan kemudian menyentuh soal persiapan pengamanan Superbike dan MotoGP Sirkuit Mandalika.

“Dari gambaran balapan di sana, Dorna menyampaikan bagaimana nanti mereka datang ke Mandalika dengan sekian perlengkapan, sekian kru. Mereka paparkan juga mengenai koordinasi mereka dengan kepolisian kita,” urai Imam.

Konsep pengamanan balapan MotoGP seri Italia di Misano itu menurut Imam merupakan perwujudan dari rencana pengamanan yang sudah disusun Polda NTB. Misalnya terkait pembagian personel pengamanan pada setiap ring keamanannya.

“Konsepnya sama. Kita (polisi) amankan di ring dua dan tiga. Yang ring satu menggunakan security dari mereka. Mungkin yang membedakan kultur masyarakatnya dan kondisi sirkuitnya,” bebernya.

Kultur yang dimaksud mengenai ketertiban mengantrenya para penonton jelang memasuki kawasan sirkuit. Kemudian pemanfaatan jalur akses berdasarkan kategori tiket yang dimiliki. Kemudian kondisi Sirkuit Misano yang memang area khusus. Sementara Sirkuit Mandalika yang merupakan sirkuit jalan raya.

“Jadi di sini (Misano) sirkuitnya sudah tertutup pagar semua. Penyekatannya sudah sangat gampang. Kalau di kita kan terbuka. Makanya kita perlu penyekatan-penyekatan tertentu,” tutup Imam. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional