Dari Mariati, Sebuah Gelar Juara Dunia untuk Ayah dan NTB

Denpasar (Suara NTB) – Di balik keberhasilan Mariati menjadi juara dunia, Mariati menyimpan sebuah kisah pilu. Atlet kelahiran Desa Penujak, Lombok Tengah (Loteng) ini mengatakan dirinya saat ini dalam suasana kebatinan yang sangat mengharukan. Pasalnya, di tengah prestasinya yang mendunia, ayahnya tidak bisa ikut merasakan euforia yang dirasakan oleh  dirinya dan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat NTB. Pasalnya ayahnya saat ini dalam kondisi sakit.

“Ayah saya sudah lama sakit. Dia sakit stroke (lumpuh). Ayah, Ibu maafkan saya  yang selama ini tak bisa mendampingi kalian sepenuh hati. Selama ini saya terlalu fokus latihan silat sehingga harus selalu berada jauh dari sisi kalian. Di saat ayah sakit saya tak bisa mengabdi sepenuh hati, karena saya sibuk latihan silat,” ucap Mariati saat diwawancara Suara NTB, usai memenangkan pertandingan final kelas bebas putri di Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang berlangsung di GOR Lila Bhuana, Kamis, 8 Desember 2016 kemarin.

Iklan

Pada kesempatan itu Mariati dengan penuh rasa haru menyampaikan permintaan maaf kepada ayahnya yang saat ini tengah menderita sakit lumpuh karena stroke. Mariati mengaku dirinya tak bisa maksimal membantu kedua orang tuanya karena dia sering berada jauh dari orang tua karena harus berlatih silat.

Mariati mengatakan bahwa setelah berhasil meraih gelar juara dunia yang kedua, dia memutuskan untuk pension dari kejuaraan silat. Pasalnya dia ingin fokus merawat ayahnya yang saat ini  sakit. Mariati mengaku sangat sedih karena disaat prestasinya mendunia justru dia dihadapkan dengan kondisi ayahnya yang sakit.

“Bapak cepat sembuh Ya. Dukungan bapak dan ibu selama ini  tidak pernah saya lupakan. Setelah Kejuaraan ini saya akan selalu dekat dengan kalian. Karena saya ingin melihat bapak kembali sehat seperti dulu lagi,” ungkap Mariati sembari meneteskan air mata.

  100 Atlet NTB Lolos PON

Perjalanan Mariati untuk meraih gelar juara dunia memang tidak mudah. Selain di hadapkan dengan kondisi ayahnya yang sakit Mariati juga ingin sukses di silat. Dia bercita-cita  ingin membanggakan orang tua dan daerahnya lewat prestasi pencak silat.

Diakui Mariati, meski banyak tantangan yang dihadapi namun dia mengaku telah melalui semua rintangan itu dengan baik. Keteguhannya ingin menjadi juara dunia  telah dia raih meski dengan penuh suka duka. Terbukti dia pun berhasil meraih juara dunia dua kali berturut-turut.

Di puncak prestasinya itu Mariati  berpesan kepada pesilat muda NTB agar sepenuh hati berlatih. Yang utama kata Mariati atet harus mampu  melawan diri sendiri agar tetap disiplin berlatih. Selain itu, atlet harus tetap merendah dan tak boleh cepat puas.

“Kalau mau jadi juara harus bisa melawan diri sendiri agar tetap disiplin latihan. Jangan pernah puas, tetap merendah meskipun sudah juara. Dan jangan lupa berbakti pada orang tua dan selalu mengikuti instruksi pelatih,” pesan Mariati untuk atlet muda. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here