Dari Jatim, 40 Santriwati Asal Lobar Langsung Dikarantina Sementara

Puluhan Santriwati tiba di pelabuhan lembar. Mereka diperiksa oleh tim gabungan, KKP. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – 40 santriwati asal Lombok Barat dipulangkan dari pondok pesantren di daerah Situbondo Jawa Timur, salah satu wilayah merah Pandemi Corona. Puluhan santriwati yang tiba di pelabuhan Lembar Sabtu, 4 April 2020 langsung dibawa ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunungsari untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Sejauh ini ada 112 santri dan santriwati yang sudah dikarantina sementara di SKB. Semua sudah dipulangkan ke rumah masing-masing kecuali 40 santriwati yang baru datang. Mereka dipulangkan lantaran hasil pemeriksaan kesehatan selama dikarantina mereka berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Iklan
Puluhan Santriwati tiba di pelabuhan lembar. Mereka diperiksa oleh tim gabungan, KKP. (Suara NTB/ist)

Kabid Pelayanan Kesehatan Pada Dinas Kesehatan Lombok barat Zulkifli mengatakan, 40 santriwati yang tiba di pelabuhan Lembar langsung diperiksa oleh KKP bersama tim gabungan TNI polri yang ada di pelabuhan. Meraka juga disemprot di bilik disinfektan yang disiapkan di pelabuhan.

Setelah melalui proses pemeriksaan di pelabuhan, tim Pemda langsung membawa mereka ke lokasi transit pemeriksaan kesehatan di SKB Gunungsari.

“40 santriwati pulang dari Situbondo, salah satu daerah Pandemi. Mereka tiba di pelabuhan lembar Sabtu pagi, langsung kita bawa ke SKB untuk diperiksa (dikarantina) guna memastikan kondisi kesehatan mereka,” tegas dia.

Sebelum dipulangkan jelas dia, 40 santriwati ini jelas dia sudah menjalani proses karantina di masing-masing ponpes. Setelah dinyatakan tidak terjangkit barulah dipulangkan. Meski demikian, mereka tetap ditangani sesuai SOP. Setiba di Lobar mereka diperiksa di SKB untuk mengecek apakah ada indikasi penyakit atau tidak. Kalau hasil pemeriksaan selama dikarantina di SKB mereka baik-baik saja, maka dipulangkan.

“Tapi tetap prosedurnya mereka menjalani karantina mandiri di rumah selama14 hari. Kami edukasi orang tuanya agar melakukan Isolasi mandiri di rumah,” jelas dia.

40 santriwati ini jelas dia berasal dari sejumlah kecamatan di wilayah Lobar. Seperti Kediri, Gunungsari, Gerung, sekotong dan kecamatan lain. Terbanyak kata dia Gerung dan Kediri.

Sejauh ini, total warga yang sudah ditangani di SKB mencapai 119 orang terdiri dari 112 orang santri dan sisanya eks Pekerja migran Indonesia (PMI) dan tenaga kerja antar daerah. Dari 119 orang tersebut, termasuk santriwati yang baru datang dari Situbondo. “Di luar yang 40 orang baru datang itu, semua warga sudah pulang karena mereka OTG,” imbuhnya.

Sebanyak 72 orang yang sebelumnya ditampung di SKB sudah di pulangkan ke daerah asal masing-masing. 72 orang ini pun jelas dia masuk orang tanpa gejala (OTG). Meskipun berstatus OTG, mereka tetap menjalani isolasi di rumah masing-masing selama 14. Selama dikarantina, mereka dibawah pantauan puskesmas, dibantu desa dan aparat Babinsa serta babinkamtibmas.

Menyoal adanya keluhan soal minimnya hand sanitizer dan alat cuci tangan, sejauh ini sudah disiapkan. Terkait hand sanitizer harusnya pihak SKB untuk mengusulkan RKB ke satgas. Termasuk kata dia, bupati meminta di SKB dilengkapi sarana olahraga bagi warga yang ditampung disana. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional