Dari Cekcok di Medsos, Berujung Pembacokan dan Pembakaran Rumah

Dompu (Suara NTB) – Dua pemuda Soro Barat dan Konte Kecamatan Kempo terlibat perkelahian yang berujung pembacokan terhadap Agus Salim Baco Tang (21) warga Karama Desa Soro Barat. Kasus ini berawal dari pertengkaran di media sosial (medsos) dan Ns alias Ansa warga Konte ini menuding pemuda Karama mengganggu adik perempuannya. Namun warga Soro Barat yang mendapat informasi warganya dibacok langsung membakar kediaman orang tuanya setelah tidak menemukan pelaku.

Ns yang merasa tersinggung atas perilaku rekannya yang mengganggu adik perempuannya berusaha mencari korban di Soro Barat. Saat menemui korban, Ns dan korban dikabarkan saling bacok, Rabu, 7 Desember 2016 malam. Namun Agus Salim mengalami luka bacok yang cukup serius sehingga harus mendapat perawatan intensif di RSUD Dompu setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Kempo.

Iklan

Sementara Ns alias Ansa juga dikabarkan menderita luka bacokan. Namun sejak kejadian hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Warga Soro pun berusaha mencari Ansa di kediamannya, karena informasinya Ansa membacok warga Soro. Warga yang emosional, langsung membakar kediaman orang tuanya setelah tidak menemukan Ansa hingga rata dengan tanah.

Kapolres Dompu, AKPB Jon Wesly Aryanto, SIK kepada wartawan, Kamis, 8 Desember 2016 menegaskan, kasus antar pemuda Soro Barat dan Konte merupakan kasus perkelahian yang berawal dari pernyataan keduanya di media sosial. Keduanya saling bacok, namun yang cukup parah itu warga Soro Barat. Warga yang mengetahui sepihak ikut terprovokasi dan mencari Ansa di kediamannya. “Keduanya itu sama-sama korban dan sama pelaku. Karena kejadian itu juga salah seorang korban dilarikan ke rumah sakit dan satu orang lainya berobat juga ke rumah sakit. Tetapi belum selesai dia langsung lari dari rumah sakit tersebut,” katanya.

Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Mapolsek Kempo, termasuk akan meminta keterangan saksi yang manyaksikan di TKP. Namun persoalan yang dihadapi di lapangan yakni belum adanya masyarakat di 2 Desa yang bersedia memberikan keterangan terkait peristiwa malam itu.

Sementara itu ditegaskan pihaknya, perkelahian yang telah berujung pada pembakaran rumah itu agar tidak merembet ke persoalan perang antardesa. Polisi tidak akan mentolerir warga yang berusaha memunculkan konflik baru. “Tidak perlu takut, ceritakan apa yang diketahui dan saksikan. Karena kesulitan kita dalam penanganan kasus ini masyarakat enggan berkomentar,” tandasnya.

Situasi terakhir paska aksi pembakara rumah tersebut sejauh ini masih cukup kondusif, aparat penegak hukum juga sudah melakukan pendekatan kepada warga dua desa untuk saling menahan diri. Dan satu peleton personel sudah dikerahkan untuk mengantisipasi reaksi baru dari warga. “Informasi yang kami peroleh dari Polsek Kempo bahwa kondisi sekarang sudah kondusif,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here