Dari Arab Saudi dan Jepang akan Belajar Pilot di NTB

Abbas Yahya Ali. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Lombok sudah dilirik dunia internasional sebagai pusat belajar penerbangan berstandar internasional. Calon siswa dari negara Timur Tenggah dan Asia tengah bersiap untuk sekolah menjadi pilot di NTB. “Dari Arab Saudi sedang ngurus untuk masuk Indonesia. dari Jepang sebanyak 7 orang akan sekolah pilot di NTB,” kata Kepala Sekolah Pilot Lombok Institute of Flight Technology (LIFT), Capt. Abbas Yahya Ali.

Dari Arab Saudi, calon siswanya didaftarkan oleh agency yang bekerjasama dengan Saudi Airline berkantor di Bandara Internasional King Abdul Azis di Jeddah. Demikian juga calon siswa asal Jepang, diurus agency. “Dia sedang tunggu corona melandai dan bisa masuk Indonesia,” katanya. Capt. Abbas kepada Suara NTB mengatakan, agency dari Jepang sudah melakukan survey ke LIFT.

Iklan

 Memastikan fasilitas dan sarana prasarana belajarnya. Biasanya, calon-calon penerbang dari Jepang disekolahkan ke Ukraina. “Tapi sekarang milihnya sekolah ke Lombok, NTB karena melihat fasilitas belajar disini,” ujarnya. Demikian juga dari Arab Saudi, para calon penerbang di sana biasanya sekolah pilot di Amerika Serikat. Karena melihat standar LIFT, pilihannya beralih belajar menjadi pilot di Lombok. LIFT adalah satu-satunya sekolah penerbangan di Indonesia Timur.

Sudah 18 angkatan meluluskan calon-calon penerbang tanah air. Siswa paling banyak belajar menjadi pilot adalah Papua. Siswa-siswa pilihannya dibiayai oleh daerahnya sendiri. Selain Papua, siswa yang belajar di LIFT dari Jakarta, Jogja, Bandung, Makassar dan Merauke. Capt. Abbas mengatakan, sebagai tuan rumah, LIFT mendorong putra – putri NTB ikut menjadi calon-calon penerbang. LIFT saat ini sedang bekerjasama dengan Pemprov NTB untuk menyekolahkan putra-putri terbaik NTB.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah bahkan cukup intens berkomunikasi dengan pihak LIFT. Gubernur ingin dari NTB juga lahir calon-calon penerbang profesional.

LIFT saat ini dilengkapi dengan fasilitas belajar yang memadai. Didukung empat pesawat latih canggih jenis Liberty XL2. Capt. Abbas menambahkan, dengan tingginya animo calon-calon siswa penerbang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara, LIFT akan menambah tiga lagi pesawat latih paling canggih buatan Amerika Serikat, jenis CESSNA 172 JG1000.

“Nantinya kita punya dua jenis pesawat latih. Yang terbaru Cesna 172 JG 1000 adalah pesawat tercanggih yang serba digital. Dua bulan lagi kita rencanakan pesawatnya sudah ada di sini,” katanya. LIFT memiliki tempat latihan yang memadai. Beberapa bandara di NTB, di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Bahkan LIFT mendapatkan izin terbang malam hari di Bandara Internasional Lombok di Praya.

Indonesia menurut Capt. Abbas adalah negara yang sedang dilirik oleh negara-negara lain sebagai tempat belajar menjadi penerbang. Karena Indonesia memiliki wilayah yang luas untuk belajar terbang. Dengan karakteristik daerah yang berbeda-beda untuk melatih calon-calon penerbang professional. Negara yang juga mengirim SDMnya belajar menjadi pilot di Indonesia adalah Vietnam. Pemerintah negara setempat membiayai sepenuhnya warga negaranya belajar sebagai calon penerbang.

Sekolah di LIFT termasuk berbiaya murah. Rp800 juta untuk sekolah pilot selama 1,8 tahun. Asrama dan makan minum ditanggung. Sekolah pilot ini ada di Jalan Dukuh Saleh No.16, Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. (bul)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional