Dari 6.800 Peserta, 4.471 Peserta SKD CPNS Lotim Gagal Penuhi ‘’Passing Grade’’

Peserta SKD CPNS Lotim saat registrasi kartu oleh panitia di BKPSDM Lotim, Senin, 17 Februari 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Tahapan proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih bergulir. Dari 6.800 peserta yang sudah mengikuti tes hingga Minggu, 16 Februari 2020, tercatat sebanyak 2.008 orang yang sudah memenuhi passing grade. Sementara, 4.471 gagal.

Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, Lalu Agus Satriawan menyebutkan dari jumlah peserta 6.800 orang itu, jumlah peserta yang hadir sebanyak, 6.479 orang dan tidak hadir, 321 orang. Dari tahapan sesi ke 68 itu, nilai tertinggi yang diperoleh sebanyak 443 dan nilai terendah 94.  “Untuk data peserta tes hari Senin masih dalam proses,”terangnya, kepada Suara NTB, Senin, 17 Februari 2020.

Iklan

Sejauh ini, lanjutnya, segala tahapan tes SKD berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, mulai dari registrasi hingga pelaksanaan tes di dalam ruangan dengan masing-masing sesi diikuti 100 orang peserta. Agus Satriawan memastikan tidak ada kecurangan karena begitu peserta selesai mengikuti tes, hasil jawabannya yang menggunakan Computer Asissted Test (CAT) langsung muncul di layar komputernya masing-masing dan dapat dilihat secara terbuka di live score yang disediakan di halaman kantor BKPSDM Lotim. “Kita juga tempelkan hasil ujian per sesi di papan pengumuman,” terangnya.

Sementara, Kepala BKPSDM Lotim, H. Moh. Isa, SAP, mengaku banyak serba-serbi dalam pelaksanaan tes SKD CPNS tahun ini. Mulai dari tidak sinkronnya data di kartu peserta dengan data di Dukcapil hingga adanya peserta yang menitipkan anaknya ke petugas. Untuk proses data kependudukan itu, kata Isa, pihaknya juga menghadirkan petugas dari Dinas Dukcapil Lotim untuk langsung memproses adminduk dari peserta, sehingga tidak ada alasan peserta tidak dapat mengikuti tes disebabkan data kependudukan.

“Kita berusaha memberikan kesempatan bagi peserta untuk berjuang dalam seleksi ini. Kecuali tidak ada toleransi bagi peserta yang datang terlambat sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Isa berharap, dari kebijakan dan pelayanan yang diberikan itu memberikan dampak yang cukup baik bagi masyarakat, sehingga lahir ASN-ASN yang berkualitas selaku abdi negara dan pelayan bagi masyarakat. Bahkan, kata dia, pelayanan bagi peserta tes SKD CPNS ini dijadikan model atau contoh dalam pelaksanaan rekrutmen CPNS se-Indonesia.

Sementara untuk pelaksanaan tes dari hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu dibagi dalam 5 sesi dengan masing-masing 500 peserta setiap hari. Sesi pertama dimulai pukul 08:00 wita hingga pukul 09:30 wita, sesi kedua dari pukul 10:00 wita hingga pukul 11:30 wita, sesi ketiga dari pukul 12:30 wita hingga pukul 14:00 wita, dan sesi ke empat dari pukul 14:30 wita hingga pukul 16:00 wita, serta sesi kelima dari pukul 16:30 wita hingga pukul 18:30 wita.

Sementara khusus hari Jumat, dilaksanakan empat sesi, yakni sesi pertama 08:00 wita hingga 09:30 wita, sesi kedua dari pukul 10:00 wita hingga 11:30 wita, sesi ketiga dari pukul 14:00 wita hingga pukul 15:30 wita dan sesi keempat dari pukul 16:00 wita hingga pukul 17:30 wita.

Adapun penerimaan formasi CPNS di Kabupaten Lotim tahun anggaran 2019 sebanyak 482 formasi. Dari 482 formasi ini didominasi oleh tenaga guru sebanyak 273 formasi, tenaga kesehatan 152 formasi dan sisanya 57 formasi tenaga teknis. Di mana untuk tahun ini Kabupaten Lotim hanya membuka untuk formasi umum dan tidak ada formasi khusus dengan usia maksimal 35 tahun. (yon)