Dari 5.800 Peserta SKD, 2.792 Pelamar CPNS Pemprov Lulus ‘’Passing Grade’’

Ilustrasi peserta melihat hasil seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Pemprov NTB sudah berjalan dua pekan. Dari 5.800 peserta SKD, baru 2.792 pelamar yang lulus passing grade atau mencapai nilai ambang batas SKD.

Kepala Subbid Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Rapiin, SH, MH  yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 14 Februari 2020 petang menyebutkan, hingga hari ke-12, pelamar yang memenuhi passing grade sebesar 51,73 persen atau 2.792 orang. ‘’Sebanyak 2.605 orang tidak memenuhi passing grade,’’sebutnya.

Iklan

Rapiin mengatakan jumlah peserta SKD sampai hari ke-12 sebanyak 5.800 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.397 pelamar yang mengikuti SKD. Sisanya sebanyak 403 orang tidak hadir atau tidak mengikuti SKD. Sebanyak 366 pelamar yang tidak ikut SKD tersebut ada yang datang terlambat dan tidak hadir sama sekali.

Dikatakan, tingkat kehadiran peserta SKD CPNS Pemprov sejak hari pertama sampai hari ke-12 sebesar 93,05 persen. Ia merincikan, pada hari ke-12, jumlah pelamar yang tidak ikut SKD sebanyak 37 orang, hari ke – 11 sebanyak 55 orang. Hari ke -10 sebanyak 40 orang, hari ke – 9 sebanyak 42 orang, hari ke-8 sebanyak 27 orang. Hari ke – 7 sebanyak 26 orang, hari ke -6 sebanyak 26 orang, hari ke – 5 sebanyak 5 orang, hari ke – 4 sebanyak 28 orang, hari ke – 3 sebanyak 42 orang. Hari ke – 2 dan hari pertama masing-masing 36 orang dan 29 orang.

Sementara itu, untuk pelamar yang lulus passing grade pada hari ke-12 sebanyak 194 orang, hari ke-11 sebanyak 244 orang. Hari ke – 10 sebanyak 247 orang, hari ke – 9 sebanyak 226 orang, hari ke-8 sebanyak 252 orang. Hari ke – 7 sebanyak 254 orang, hari ke -6 sebanyak 254 orang, hari ke – 5 sebanyak 198 orang, hari ke – 4 sebanyak 215 orang. Hari ke – 3 sebanyak 224 orang, hari ke – 2 dan hari pertama masing-masing 215 orang dan 269 orang.

Pelaksanaan SKD CPNS Pemprov NTB akan berlangsung sampai 19 Februari mendatang. Dengan total peserta yang ikut SKD sebanyak 7.706 orang. Sebanyak 7.706 pelamar CPNS Pemprov NTB tersebut akan memperebutkan 378 formasi.

Dalam rekrutmen CPNS 2019, Pemprov memperoleh jatah sebanyak 414 formasi. Namun, dipastikan sebanyak 36 formasi tak akan  terisi. Dari 414 formasi, hanya 378 formasi yang ada pelamarnya dengan jumlah peserta yang berhak ikut SKD sebanyak  7.706 orang.

Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Raisah, SE, MM menyebutkan  formasi yang tak ada pelamarnya. Antara lain tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Untuk formasi tenaga pendidikan sebanyak 14 formasi yang dipastikan tak terisi. Kemudian untuk formasi tenaga kesehatan sebanyak 22 formasi.

Untuk formasi tenaga kependidikan, sebanyak satu formasi guru nautika kapal niaga di SMKN 1 Alas. Sebenarnya, kata Raisah, untuk formasi ini ada tiga orang pelamar yang mendaftar, tetapi mereka tidak lolos dalam seleksi administrasi. Sehingga tidak berhak untuk ikut pada tahap tes SKD. Begitu juga satu formasi guru TIK di SMAN 2 Bayan, ada tiga pelamar yang mendaftar. Tetapi semuanya tidak lolos dalam seleksi administrasi, sehingga tak berhak ikut tes SKD.

Sedangkan formasi lainnya tidak ada pelamar. Sehingga otomatis formasi tersebut tak akan terisi. Seperti 6 formasi guru prakarya dan kewirausahaan, masing-masing satu formasi di SMAN 1 Labangka, SMAN 1 Moyo Utara, SMAN 1 Lape, SMKN 1 Lenangguar, SMKN 1 Plampang dan SMKN 1 Monta. Kemudian 4 formasi guru SLB yang tidak ada pelamar, masing-masing satu formasi di SLBN 2 Lotim, SLBN 2 Lobar, SLBN 1 Sumbawa, SLBN 1 Mataram yang tidak ada pelamarnya.

Sedangkan 22 formasi tenaga kesehatan yang dipastikan lowong karena tak ada pelamarnya, yakni satu formasi dokter gigi di RS. H. L. Manambai, 2 formasi dokter spesialis anak, masing-masing satu formasi di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai.

Kemudian, masing-masing satu formasi dokter spesialis anestesi di Dinas Kesehatan NTB, dokter spesialis bedah. Dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis jantung, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis mata, dokter spesialis paru dan dokter spesialis patologi dan anatomi di RS. HL. Manambai.

Selanjutnya, formasi dokter spesialis penyakit dalam di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi di RS. HL. Manambai dan RS Mata NTB, dokter spesialis rehab medik di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis saraf di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai, dokter spesialis THT, dokter spesialis urologi dan psikologi klinis di RS. HL. Manambai. Dan terakhir satu formasi psikologi klinis di RSJ Mutiara Sukma. (nas)