Dari 3.186 Pelamar, Hanya 54 Pelamar CPNS Loteng Penuhi ‘’Passing Grade’’

Ilustrasi Seleksi CPNS (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lombok Tengah (Loteng) gagal memenuhi passing grade yang ditentukan. Dari 3.186 pelamar yang terdaftar. Hanya 54 orang yang berhasil memenuhi passing grade yang ada.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M.Nazili, S.IP., kepada wartawan, Jumat, 9 November 2018.

Iklan

Dari total pelamar CPNS yang memenuhi passing grade, 28 di antaranya merupakan pelamar dari formasi honorer K2 dari 204 pelamar yang ada. Sisanya merupakan pelamar dari formasi umum. “Kita tidak tahu apakah karena standar passing grade yang terlalu tinggi. Sehingga banyak pelamar CPNS yang tidak mampu memenuhi passing grade tersebut,” ujarnya.

Kondisi yang dialami Loteng tersebut juga dialami oleh hampir semua daerah yang menggelar rekrutmen CPNS. Bahkan jika dibandingkan dengan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dari 7 ribu lebih pelamar. Hanya sekitar 86 orang saja yang memenuhi passing grade. Atas kondisi tersebut, pihaknya berencana akan mengajukan peninjauan ke pemerintah pusat, apakah meminta menurunkan nilai standar passing grade-nya ataukah minta menggunakan sistem perankingan, karena kalau untuk tes ulang, jelas agak sulit.

Selain karena butuh biaya yang tidak sedikit. Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan tes ulang juga tidak singkat. “Tapi soal peninjauan ulang ini kita masih menunggu kebijakan pusat. Karena memang kondisi yang sama juga dialami oleh hampir semua daerah yang melaksanakan rekrutmen CPNS,” terangnya.

Terkait rencana usulan peninjauan ulang tersebut, sudah ada koordinasi juga dengan kabupaten/kota lainya di NTB. Di mana nanti setelah tahapan seleksi selesai, pemerintah provinsi akan mengumpulkan semua kabupaten/kota guna menentukan sikap terkait persoalan ini.

Ditegaskannya, mau tidak mau harus ada peninjauan ulang terkait passing grade, kalau tidak, bisa bahaya, karena banyak formasi CPNS Loteng yang tidak terisi. Belum lagi, sebelum ini sudah ada beberapa formasi CPNS yang dipastikan tidak akan terisi, karena tidak ada pelamar.

Tidak hanya itu, sesuai aturan yang ada untuk bisa mengelar tes tahap kedua yakni Tes Kemampuan Bidang (TKB), masing-masing formasi peserta tesnya harus 3 kali lipat dari formasi yang ada. Misalnya untuk dokter ada 2 formasi, maka untuk bisa menggelar TKB untuk formasi tersebut minimal ada 6 pelamar yang dinyatakan lolos passing grade.

Sementara kondisi sekarang, persyaratan tersebut jelas tidak terpenuh. Bahkan ada beberapa formasi yang seluruh pelamarnya tidak memenuhi passing grade. Salah satunya untuk formasi guru agama SD, ada 40 formasi yang tersedia. Tapi tidak ada satupun pelamar yang memenuhi passing grade. (kir)