Dari 10.474 Lansia Miskin di Dompu, Hanya 0,3 Persen yang Terima Bantuan

Dompu (Suara NTB) – Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT), tercatat 10.474 orang lansia miskin di Dompu. Parahnya, dari jumlah itu hanya 80 orang atau 0,3 persen yang menerima bantuan pangan pertahunnya, baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Rendahnya alokasi anggaran diduga pemicu utamanya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Dompu, Ir. Fahrurrozi mengungkapkan, 10.474 orang lansia berumur di atas 60 tahun itu bisa dipastikan miskin, belum termasuk data lansia yang tingkat ekonominya baik.

Meski sangat tinggi namun hanya sebagian kecil dari mereka yang bisa menikmati bantuan pemerintah, yakni 80 orang tiap tahunnya.

“Jadi untuk lansia miskin yang kategori usia 60 tahun ke atas untuk seluruh Kabupaten Dompu berjumlah 10.474 jiwa, dan sampai dengan saat ini kami baru bisa menyantuni melalui APBD II 40 jiwa dan dari pusat juga ada 40 jiwa melalui program Aslut (asistensi lanjut usia),” kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 3 Mei 2018.

Diakui, jumlah lansia miskin dibanding alokasi anggaran yang digelontorkan pemerintah tiap tahunnya masih sangat jauh dari harapan, bahkan belum sampai seperempat dari jumah mereka. Untuk itu, ia berharap pengambil kebijakan di daerah maupun pusat bisa segera bersikap dengan menambah alokasi anggaran untuk bantuan ini, jika tak bisa total minimal 10 persen dari jumlah keseluruhannya bisa disantuni. “Jumlah yang bisa kita tangani ini masih sangat jauh sekali,” ujarnya.

Terhadap 80 orang yang disantuni, pihaknya menggunakan anggaran APBN dan APBD II itu, lanjut dia, masing-masing jiwa menerima bantuan bahan pokok seperti 5 Kg beras, gula, susu dan 1 lembar selimut perbulannya. Dan karena keterbatasan anggaran juga Dinsos terpaksa menerapkan sitim rolling dalam pemberian bantuan.

Disinggung rincian lansia yang tersebar di delapan kecamatan, Fahrurrozi menyebutkan, urutan pertama dan mendominasi yakni Kecamatan Woja dengan jumlah lansia 2.454 jiwa, disusul Kecamatan Dompu 2.011 jiwa, Kecamatan Menggelewa 1.558, Kecamatan Pekat 1.194, Kecamatan Kempo 987 jiwa, Kecamatan Huu 844 jiwa, Kecamatan Kilo 671 jiwa dan Kecamatan Pajo 755 jiwa.

“Sistim rolling itu sudah kita terapakan dan paling mendominasi lansianya di Kecamatan Woja,” jelasnya.

Dari 10.474 lansia ini rata-rata kondisinya cukup memprihatinkan karena ketergantungan pada orang lain masih sangat besar, bahkan beberapa diantara mereka juga tinggal sendirian dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak. “Dari 40 orang yang kami datangi itu beberapa diantaranya mendiami rumah sendiri, maksudnya sendirian dalam rumah tidak ada sanak saudaranya,” pungka dia. (jun)