Dapatkan Peta Bencana, Prodi Sosiologi Unram Gelar FGD

Suasana FGD yang digelar Laboratorium Sosiologi Unram terkait pengurangan risiko bencana di Selong Belanak Loteng, Minggu, 10 Oktober 2021. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Laboratorium Sosiologi (LabSosio) Universitas Mataram (Unram) didukung Bappeda Provinsi NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) model Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat menuju Penghidupan Berkelanjutan di Pulau Lombok di Selong Belanak Lombok Tengah (Loteng), Minggu, 10 Oktober 2021. FGD ini dibuka Ketua Program Studi (Prodi) Sosiologi Unram Ir. H. Rosiady H. Sayuti, PhD.

Dalam sambutannya, mantan Sekda NTB ini menyebut, wilayah Lombok bagian Selatan menyimpan potensi gempa  dan gelombang tsunami. Untuk itu, katanya, melalui FGD bisa mendapatkan peta bencana di lingkar pantai yang rawan bencana. Sehingga dapat diketahui gambaran daerah yang rawan bencana dan jalur-jalur evakuasi bencana.

Iklan

“Kajian ini nantinya akan menghasilkan peta risiko bencana sekaligus model pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat menuju penghidupan berkelanjutan” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Selasa, 12 Oktober 2021.

Diakuinya, sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan bencana gempa bumi akan terjadi. Sehingga upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

“Oleh sebab itulah pemerintah mengeluarkan dana cukup besar untuk memfasilitasi perguruan tinggi melakukan penelitian termasuk menyiapkan masyarakat,”  jelasnya.

Sementara Ketua Tim Riset Moh. Taqiuddin mengatakan potensi gempa megatrust di Lombok bagian selatan, karena didaerah ini terdapat subduksi kerak Indo-Australia. Sehingga Lombok bagian selatan menyimpan potensi gempa berkekuatan besar.

“pada kedalaman tiga ratus sampai enam ratus kilo meter dibawah laut terdapat lempeng yang belum bergerak untuk menghasilkan gempa berkekuatan besar,” terangnya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi adalah dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Laboratorium Sosiologi Unram Azhari. Menurutnya, yang terpenting adalah memanfaatkan apa yang dimiliki, dan terkadang itu menjadi nilai yang tidak disadari. “Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan nilai-nilai lokal menjadi sebuah kekuatan dalam menghadapi bencana” tambahnya.

Oleh karena itu, terdapat konsep pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Konsep inilah yang sedang dikembangkan sebagai model pengurangan risiko bencana menuju penghidupan berkelanjutan di Pulau Lombok. (ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional