Dapat Limpahan Tamu WSBK, Tingkat Hunian Hotel di Senggigi Mendekati 100 Persen

Dispar Lobar menggelar sarasehan budaya untuk menjadi daya tarik wisatawan ke Senggigi. (Suara NTB/her)

Giri menang (Suara NTB) -Pelaksanaan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika membawa imbas yang sangat besar bagi kawasan wisata Senggigi. Ikon wisata Lombok Barat (Lobar) itu kembali ramai seperti sebelum pandemi Covid-19 m. Seluruh kamar hotel di Senggigi hampir seluruhnya terisi penuh.

Pantauan di lapangan, cukup banyak kendaraan bus wisata hingga kendaraan mewah yang mendapat pengawalan polisi mondar-mandir di Jalan Raya Senggigi. Suasana malam Senggigi pun ramai dengan banyaknya wisatawan yang berjalan kaki. Hingga pedagang kaki lima sudah terlihat bedangan kembali.

Iklan

“Kita sangat gembira pemerintah pusat mempercayakan Lombok menjadi tuan rumah peyelengaraan Superbike ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar, H. Saeful Ahkam yang dikonfirmasi disela pentas wayang kulit di Senggigi, Sabtu, 20 November 2021.

Ia mengatakan rata-rata tingkat hunian seluruh hotel di kawasan Senggigi sudah mendakati 100 persen. Ahkam menilai hal ini membuktikan jika Senggigi tidak bisa ditinggalkan dan dibutuhkan mendukung ada event besar diselengarkan di deerah lain. Kondisi itu membawa dampak positif untuk kebangkitan pariwisata. Menurut Ahkam, pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota kini harus lebih maksimal menyambut event MotoGP Maret 2022.

“Kita punya waktu persiapan, dan pembelajaran yang baik pelaksanaan WSBK untuk kesiapan keseluruhannya untuk MotoGP,” jelasnya.
Pihaknya sudah menyiapkan kalender of event 2022 mendatang demi menyambut MotoGP Mandalika. Setidaknya terdapat 7 event besar dan 7 event pendukung event. Tak jauh beda dengan kalender of event 2021, akan dibuka dengan living in harmony dan ditutup dengan welcome to Senggigi.

“Karena welcome to Senggigi ini di kalender kepariwisataan berada di peak season. Apakah kegiatan kami berakhir? Tidak, kami masih punya barista compations di Holiday Resort, kami sifatnya mendukung,” bebernya.

Tak dipungkiri rencana pelaksanaan MotoGP 2022 mendatang akan diselengarkan awal tahun saat low season. Hal itu menjadi tantangan pariwisata tetap menarik pengunjung untuk datang. “Ada empat bulan masa waktu pemerintah melakukan persiapan-persiapan termasuk promosi. Saya kira bupati, walikota di bawah koordinasi pak Gubernur, buat kita aparatur sipil diajarkan bagaimana beradaptasi dengan situasi pandemi ini,” jelasnya. Ia mengatakan masyarakat sudah rindu acara tradisi digelar kembali. Baik itu perang topat hingga acara merariq.

Sementra itu, Ketua Senggigi Hotel Association (SHA) Ketut M. Jaya Kusuma mengaku dari jumlah 2.000 kamar hotel di Senggigi sudah full. Baik itu hotel bintang maunpun non bintang.”Selama periode WSBK ini kamar di Senggigi full dan rata-rata tamu menginap tiga hari dua malam. Jadi banyak yang check outnya tanggal 21 nanti,” terangnya. Tamu tak hanya memilih untuk menginap ketika pelaksanaan WSBK saja. Namun juga ada tamu yang justru menginap hingga beberapa hari setelah WSBK.
Hampir sebagaian besar keterisian kamar hotel di dominasi wisatawan domestik. Sedangkan wisatawan mancanegara kebanyakan di Mandalika. Ia menilai pengalaman kesiapan hotel dan restoran Senggigi selama WSBK menjadi pembelajaran. Agar lebih maksimal dalam bersiap dan berbenah lebih matang dalam menyambut gelaran MotoGP yang rencananya akan diselenggarakan di Mandalika pada Maret mendatang. “Setelah WSBK ini hotel-hotel harus lebih lagi mempersiapkan diri untuk gelaran MotoGP tahun depan,” harap Ketut. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional