Dandim Tanamkan Wawasan Kebangsaan pada Anggota Paskibraka

Selong (Suara NTB) – Dandim 1615/Lombok Timur (Lotim), Letkol Inf. Mustofa, SIP, Selasa, 9 Agustus 2016 malam, memberikan ceramah wawasan kebangsaan terhadap para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Lotim di Aula Balai Pembangunan Kegiatan Belajar Masyarakat (BPKBM) NTB. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air terhadap generasi muda menuju putra-putri Indonesia yang hebat berwawasan kebangsaan.

Menurutnya, sebagai rakyat Indonesia, suatu kewajiban memiliki wawasan kebangsaan agar rasa cinta tanah air semakin tinggi dengan melihat moralitas anak bangsa 10 tahun ke depan. Di mana, katanya, di kota-kota besar saat ini banyak terjadi tawuran, tidak hormat kepada orang tua, mabuk-mabukan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas.

Iklan

Kondisi ini, lanjutnya, merupakan wujud nyata dan fenomena yang saat ini terjadi, karena minimnya wawasan kebangsaan yang tertanam pada diri kaum muda. Selain itu, masalah narkoba juga suatu tantangan bangsa Indonesia untuk terus diperangi, karena narkoba bisa menjadikan generasi tak berkualitas dan menyengsarakan masa depan.

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau kepada generasi muda untuk terus mengisi kemerdekaan dengan cara belajar dan melatih diri agar bisa mempertahankan bangsa Indonesia yang besar. Adanya perdagangan bebas, tentu semua hal harus disiapkan agar mampu bersaing, karena saat ini beberapa negara atau orang asing sudah berada di Indonesia.

“Kesuburan bangsa Indonesia bisa menjadi rebutan bangsa luar yang dinamakan perang pangan, namun itu tidak akan terjadi apabila para generasi muda mengisi otaknya dengan ilmu,” tegas Dandim.

Dalam ceramah wawasan kebangsaan itu, Dandim juga menyampaikan negara Indonesia tidaklah miskin. Hanya saja, saat ini kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang bisa membangun masyarakat, ekonomi dan negara yang kurang kuat. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada calon Paskibraka pada khususnya dan masyarakat pada umumnya tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing. Pemuda harus bisa memilah dan memilih mana yang harus diikuti dan tidak pantas untuk ditiru. (yon)

  Hasanain Bersyukur Masuk Bursa Penjaringan Demokrat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here