Dana Tak Terduga Belum Cukup untuk Perbaikan Tiga Jembatan Putus di Bima

Pemandangan miris saat warga menandu sepeda  motor menyeberangi sungai, akibat jembatan satu satunya putus. (Suara NTB/bpbd bima)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB sedang mengupayakan perbaikan jembatan provinsi yang putus di Kabupaten Bima. Data  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, sebanyak tiga jembatan provinsi yang putus akibat banjir awal 2018 lalu.

Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardi, M.TP mengatakan, perbaikan permanen tiga jembatan yang putus di Kabupaten Bima sudah diprogramkan. Perbaikan sedang diupayakan dapat dilakukan tahun ini.

Iklan

‘’Sudah diprogramkan. Tapi dana tak terduga belum cukup. Mungkin tahun ini bisa (diperbaiki),’’ kata Ardi dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 21 Februari 2019 siang.

Dijelaskan jembatan provinsi yang putus di Kabupaten Bima pernah dilaporkan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri ke Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pertengahan Januari lalu. Gubernur mengundang sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat penanganannya.

Bahkan pada saat itu, Pemprov akan melakukan perbaikan jembatan menggunakan dana tak terduga sebesar Rp5 miliar. Namun, kata Ardi, dana sebesar itu masih belum mencukupi. Ardi mengatakan perbaikan jembatan yang putus di kabupaten paling timur NTB itu akan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.

Sebelumnya, Ardi mengatakan anggaran untuk perbaikan tiga jembatan yang rusak di Bima pernah diusulkan dalam RAPBD Murni 2019 lalu. Namun akibat anggaran yang terbatas, sehingga tak terakomodir. Untuk memperbaiki tiga jembatan yang putus tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp20 – 25 miliar.

Dengan anggaran sebesar itu  agar konstruksi jembatan tahan terhadap banjir. Jangan sampai, cuma diperbaiki tetapi akan rusak jika diterjang banjir.

Sehingga, konstruksi jembatan provinsi tersebut harus dirombak total. Melihat kondisi yang ada di Bima, maka perbaikan jembatan harus memperhatikan prilaku sungai dan prilaku banjir.

Bentangnya paling tidak lebih lebar dari sungai. Sehingga dari kondisi yang ada sekarang, harus dirombak total konstruksinya.

Untuk perbaikan jembatan yang ada di Bima tersebut, Ardi mengatakan akan dialokasikan lewat APBD NTB sekitar Rp5 miliar. Kemungkinan anggarannya berasal dari dana tak terduga tahun 2019. Sisanya, Dinas PUPR akan mengusulkan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Gubernur NTB,  Dr. Zulkieflimansyah didampingi  Wakil Gubernur NTB,  Dr. Hj.  Sitti Rohmi Djalillah dan Sekda NTB mengumpulkan sejumlah Kepala  OPD untuk membahas beberapa infrastruktur provinsi di Bima,  Selasa,  15 Januari  lalu.  Bupati Bima,  Hj.  Indah Dhamayanti Putri yang hadir dalam kesempatan tersebut melaporkan ada tiga jembatan provinsi yang rusak dan belum diperbaiki.

Pimpinan  OPD yang dikumpulkan Gubernur dan Wagub di antaranya,  Kepala Bappeda,  Kepala BPKAD,  Kalak BPBD dan Kepala Dinas PUPR NTB. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Gubernur NTB.

Di hadapan Bupati Bima,  Gubernur dan Wagub bersama sejumlah Kepala OPD membahas secara  khusus sejumlah ruas jalan dan jembatan yang saat ini dalam kondisi rusak. Di antaranya, ruas jalan Tawali Wera,  Jembatan Desa Boro, Kecamatan Sanggar dan Jembatan Desa Kananta Soramanadi.

Wakil Gubernur  NTB,  Dr.  Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan arahan agar jembatan yang dibangun harus diperhatikan desainnya. Sehingga setiap datang banjir, jembatan itu tetap kuat dan bertahan lama.

Bupati Bima,  Hj.  Indah Dhamayanti Putri melaporkan kepada Gubernur dan Wagub bahwa ada tiga jembatan milik provinsi yang perlu perhatian khusus. Selain itu,  satu lagi berada di Kecamatan Monta. Sesuai dengan proposal yang diajukan Bupati Bima, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp12 miliar. (nas)