Dana RTG Senilai Rp 12 Miliar Ditarik dari Penerima Bantuan

Mahnan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dana bantuan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) senilai Rp12 miliar diduga tak layak diterima penerima bantuan. Dana belasan miliar yang merupakan akumulasi bantuan tahap I dan II inipun ditarik Pemda Lobar. Pemda akan melaporkan dulu ke BNPB apakah dana dipakai oleh Pemda Lobar atau ditarik lagi ke pusat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, Mahnan mengatakan mengacu perhitungan dana diterima dengan ditransfer dari pusat, diasumsikan dana RTG ini kurang Rp54 miliar untuk menangani 3.387 rumah yang perlu ditangani. Akan tetapi, penanganan 3.387 rumah itu ternyata tertutupi biayanya dari hasil penarikan dana bantuan yang penerimanya tak layak menerima bantuan. Baik bantuan tahap I dan II.

Iklan

“Malah saat ini terdapat sisa anggaran Rp 12 miliar, itu dari penerima yang tak layak menerima bantuan. Sehingga itu kita tarik uangnya, kita arahkan ke 3.387 rumah itu. Dan itu kita gunakan dana sisaItu pun masih tersisa Rp12 miiar,” jelas Mahnan, dikonfirmasi Senin, 22 November 2021.

Sisa dana yang ditarik ini, tambahnya, merupakan akumulasi dari bantuan tahap I dan II. Sehingga otomatis Pemda menyelamatkan dana ini dari sisi ketepatan sasaran penggunaan. Dana Rp12 miliar yang sudah ditarik Pemda tersebut, saat ini ada di rekening BPBD.

Apakah dana itu bisa dipakai oleh Pemda Lobar atau ditarik pusat? Pihaknya bersurat dulu ke BNPB terkait hal itu. Nantinya BNPB akan memutuskannya. Namun demikian Pemda akan bersurat ke BNPB supaya penggunaan bisa oleh Lobar. Karena terdapat usulan tambahan sebanyak 2.000 rumah terdampak gempa yang butuh penanganan. Terkait usulan 2.000 rumah inipun perlu dilakukan verifikasi lagi. Tim akan turun melakukan verifikasi terhadap usulan dari masyarakat melalui desa tersebut.

Terkait berapa kebutuhan anggaran untuk penanganan 2.000 rumah ini belum diketahui. Setelah diverifikasi barulah diketahui berapa yang layak ditangani, kategori kerusakan. Dari situ baru diketahui berapa kebutuhan anggaran untuk penanganannya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional