Dana Rehab Rekon Belum Cair

H. Ahmadi (Suara NTB/nas)

Hingga pertengahan Desember, dana rehab rekon untuk pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) korban gempa NTB tahap II belum dicairkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sementara, Presiden Jokowi telah menginstruksikan penyelesaian pembangunan RTG tahap II di NTB harus tuntas 31 Desember mendatang sesuai Inpres No. 7 Tahun 2020.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. H. Ahmdi, SP-1 yang dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 14 Desember 2020 mengatakan, Pemda sedang menyiapkan opsi perpanjangan pembangunan RTG sekitar enam bulan ke depan. Artinya, jika dana rehab rekon untuk pembangunan 17.314 RTG tahap II cair akhir Desember ini. Maka pembangunan RTG diperkirakan tuntas pertengahan 2021 mendatang.

Iklan

‘’Dari sisi persiapan, kita sudah tuntas.  Baik juklak dan juknis jumlah rumah yang diperbaiki. Jika lewat 31 Desember, nanti kita akan perpanjang masa transisi darurat ke pemulihan. Biasanya 10 hari menjelang berakhir itu, kita bahas,’’ katanya.

Ahmdi mengatakan, untuk memperbaiki 17.314 RTG tahap II, butuh waktu sekitar enam bulan. Karena, bulan Januari dan Februari dipastikan tak bisa optimal bekerja akibat musim hujan yang melanda NTB.

‘’Maret – Juni bisa optimal. Apalagi lokasi rumah yang akan dibangun terpencar. Tingkat kesulitannya tinggi dibandingkan tahap pertama,’’ katanya.

Mantan Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB ini mengatakan, kelompok masyarakat (Pokmas) untuk pembangunan RTG tahap II sudah dibentuk. Tinggal menunggu pencairan dana dari Kemenkeu.

Berdasarkan review Inspektorat Utama (Irtama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap usulan penanganan 17.500 unit Rumah Tahan Gempa (RTG) tahap II. Dari usulan tersebut, Irtama BNPB menemukan ratusan data ganda, sehingga jumlah RTG tahap II yang akan ditangani sebanyak 17.314 unit.

Penanganan RTG korban gempa NTB sudah berjalan dua tahun. Untuk penanganan RTG tahap pertama sebanyak 226.204 unit. Dari jumlah tersebut, sudah selesai dibangun atau diperbaiki sebesar 91 persen atau sekitar 214.000 unit. Masih tersisa sebesar 9 persen yang saat ini masih dalam pengerjaan yang ditargetkan tuntas akhir Desember.

Sebanyak 17.314  RTG yang akan dibangun  tahap II, dengan rincian rusak berat 8.556 unit, rusak sedang 2.799 unit dan rusak ringan 5.959 unit. Untuk rumah rusak berat membutuhkan anggaran Rp427,8 miliar, rusak sedang Rp69,975 miliar dan rusak ringan Rp59,59 miliar. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional