Dana Pembangunan RTH Kantor Bupati Loteng Diminta ke Pusat

Kantor baru bupati Loteng yang masih memerlukan banyak anggaran untuk ruang terbuka hijau, pagar, dan landscape. Pemkab Loteng mengajukan anggaran BANTUAN ke pusat untuk penyelesaian pembangunan berbagai fasilitas pendukungnya.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) meminta bantuan pemerintah pusat untuk membiayai pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area kantor Bupati Loteng yang baru. Proposal pembangunan RTH sebesar Rp15 miliar tengah dipersiapakan untuk segera diajukan ke pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Loteng, Lalu Firman Wijaya, S.T., kepada wartawan, Jumat, 26 Juni 2020. Dikatakannya, masih banyak fasilitas penunjang yang harus dipersiapkan di area kantor Bupati Loteng yang baru. Selain pagar pengamanan kantor, juga landscape serta RTH.

Iklan

Di satu sisi, untuk membangun fasilitas penunjang tersebut butuh anggaran cukup besar. Sementara kondisi anggaran daerah sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Sehingga banyak fasilitas yang sudah direncanakan dibangun di area kantor Bupati Loteng, terpaksa harus ditunda pelaksanaannya.

Bahkan sampai ada yang dibatalkan. Misalnya, untuk pembangunan pagar kantor dari anggaran yang direncanakan sebesar Rp7 miliar lebih, kini tinggal tersisa Rp2,7 miliar. Untuk bisa membangun fasilitas penunjang tersebut, harapannya hanya melalui dukungan pemerintah pusat.

Pasalnya, kalau menunggu anggaran daerah, cukup berat. Kalaupun bisa, butuh waktu yang lama baru anggaranya tersedia. “Sehingga untuk rencana pembangunan RTH, kita akan minta dukungan pemerintah pusat,” tambah Firman.

Diakuinya, peluang untuk bisa memperoleh dukungan anggaran pusat untuk pembangunan RTH di area kantor Bupati Loteng cukup besar. Karena di pemerintah pusat memang ada program khusus pembangunan RTH. “Di pusat kan ada program khusus untuk pembangunan RTH. Dari sanalah nantinya kita harapkan ada dukungan pusat,” ujarnya.

Pengusulannya direncanakan tahun ini, supaya bisa masuk di pembiayaan program pembangunan di tahun 2021 mendatang.

Disinggung kondisi kantor Bupati Loteng yang baru, Firman mengaku ada beberapa gedung yang mulai bocor. Akibat kerusakan di bagian pipa. Kerusakan tersebut segera akan diperbaiki oleh pihak rekanan. Karena gedung tersebut statusnya masih dalam pemeliharaan oleh pihak rekanan. “Masa pemeliharaan gedung kantor Bupati Loteng yang baru ini cukup lama, sampai satu tahun. Jadi selama masa pemeliharaan, ketika ada terjadi kerusakan, itu tetap menjadi tanggung jawab pihak rekanan,” pungkasnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here