Dana Kasus LCC Diduga Mengalir ke Pihak Lain

Jaksa pengawal tahanan saat menggiring Abd, tersangka kasus dana penyertaan modal PT Tripat menuju mobil tahanan. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Bendahara PT Tripat, Abd menjalani pemeriksaan pertama kali sebagai tersangka, Rabu, 12 Februari 2020. Hasil pemeriksaan, tersangka mengungkap dugaan aliran dana penyertaan modal pada pengelolaan Lombok City Center (LCC) ke pihak lain.

Indikasi itu diungkap penasehat hukum tersangka Adb, Edi Kurniadi, SH. Usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan, Edi  Kurniadi mengungkapkan, dari proses ruilslag Gedung Dinas Pertanian itu, PT Bliss memberikan uang kepada PT Tripat sebesar Rp2,7 miliar.  Terungkap, dana yang masuk ke rekening PT Tripat kurang dari jumlah tersebut.

Iklan

‘’Yang masuk ke Bendahara Tripat hanya Rp 1,3 miliar. Uang itu pun digunakan untuk membangun Gedung Dinas Pertanian,’’ ungkap Edi Kurniadi.

Dia menduga,  lebih dari setengah atau  Rp 1,4 miliar dana itu dinikmati orang lain. Sehingga ia meminta kliennya  untuk menyebut nama oknum yang menikmati uang tersebut. “Saya meminta dia untuk membuka kasus tersebut sejelas-jelasnya. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi siapa oknum yang menerima aliran uang itu,” tegas Edi.

 ”Saya lihat, dia (Abd, Red) sudah cukup kooperatif,’’ kata Edi. Sedikit melegakannya, Abd  kooperatif selama proses pemeriksaan. Dia berharap dalam perkembangan pemeriksaan nanti, perlahan lahan fakta lain tentang tanggung jawab oknum tertentu semakin terungkap.

Sementara pemeriksaan Abd dimulai sekitar pukul 13.00 Wita. Penampilan tersangka kali ini berbeda  ketika pertama kali datang setelah tiga kali mangkir panggilan penyidik. Dia digiring mobil tahanan Kejati NTB dan mengenakan rompi khusus tahanan korupsi.

Tak banyak yang diucapkan Abd saat dikonfirmasi wartawan.  Dia hanya menyebut, ada 28 pertanyaan yang dilontarkan penyidik.  Sedikit dibukanya,   materi pemeriksaan terkait sejumlah aliran uang yang masuk dan keluar dari PT Tripat. “Seputar keuangan saja,” jawabnya singkat.

Semua pertanyaan penyidik dijawab  mendetail. Dari proses anggaran dicairkan hingga digunakan. ”Saya sudah jelaskan. Dan saya akan kooperatif dan menjawab sesuai dengan sepengetahuan saya,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai aliran dana ke pihak lain, ia enggan berkomentar.  Juga terkait dana ruishlag yang hanya setengah diterima PT. Tripat, Abd tak menanggapinya dan terus berlalu menuju mobil tahanan dan dikawal petugas Kejaksaan.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.MH menjelaskan,  kemarin merupakan pemeriksaan Abd yang perdana setelah ditetapkan menjadi tersangka. ‘’Penyidik membutuhkan keterangannya sebagai tersangka,’’  kata Dedi.

Soal dugaan aliran dana ke pihak lain, menurutnya menjadi kewenangan penyidik. ‘’Nanti saja kita lihat,’’ ujarnya. (ars)