Dana Kapitasi Puskesmas Babakan, 23 Rekanan Dimintai Keterangan

Kadek Adi Budi Astawa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pihak ketiga terkait pengelolaan dana kapitasi Puskesmas Babakan, Sandubaya, Mataram dimintai keterangan. Pihak ketiga ini terdiri dari rekanan yang menyuplai kebutuhan operasional. Keterangan diperlukan untuk mengetahui penggunaan dana.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menerangkan, dari 60 saksi yang sudah diklarifikasi, diantaranya terdapat rekanan yang diminta datang ke Unit Tipikor. “Untuk saksi rekanan ada 23 orang,” ucapnya, Rabu, 21 Juli 2021. Dana kapitasi bersumber dari BPJS Kesehatan ini digunakan untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan sebesar 60 persen. Sementara untuk operasional pelayanan kesehatan diatur ketetentuan sebesar 40 persen dari total dana.

Iklan

Penggunaan dana operasional layanan kesehatan berupa pengadaan obat, pengadaan alat kesehatan, bahan medis habis pakai, pelayanan kesehatan dalam gedung dan luar gedung, operasional dan pemeliharaan Puskesmas keliling, bahan cetak dan alat tulis kantor, biaya administrasi, koordinasi program, sistem informasi, peningkatan sumber daya manusia, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

Kadek Adi menjelaskan, klarifikasi ini masih dalam rangka penyelidikan. Semua pihak yang terkait dengan penggunaan dana dimintai keterangan. Demikian juga dengan penanggungjawab atas penggunaan dana. “Kalau Kepala Puskesmasnya belum diklarifikasi,” kata dia.

Polresta Mataram mengusut dana kapitasi Puskesmas Babakan untuk tahun aggaran 2017-2019 nilainya mencapai Rp3,3 miliar. Setiap tahunnya, Puskesmas ini menerima Rp1,1 miliar dana kapitasi dari jumlah kepesertaan 15 ribu orang. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional