Dana Gempa Paling Berkontribusi Menumbuhkan Ekonomi NTB

Suntono. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Dana yang digelontorkan untuk membangun kembali seluruh infrastruktur yang terkena dampak gempa tahun 2008 lalu paling mempengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2019. Ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2019 secara kumulatif (c-to-c) mengalami pertumbuhan sebesar 4,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori konstruksi yaitu sebesar 12,19 persen.

Pada tahun 2019, kategori Konstruksi mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 12,19 persen dengan kontribusi sebesar 10,54 persen. Pertumbuhan ekonomi kategori konstruksi didorong oleh kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sebagai dampak dari musibah gempa bumi pada tahun 2018. Berdasarkan penyampaian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Suntono di kantornya, Rabu, 5 Februari 2020 kemarin, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi tahun 2019 lalu adalah sektor konstruksi sebesar 1,25 poin, disusul perdagangan 0,90 poin, pertanian 0,36 poin, jasa pendidikan 0,33 poin, jasa pemerintahan 0,19 poin, industri pengolahan 0,18 poin, pertambangan 0,12 poin, dan lainnya 0,68 poin.

Iklan

“Hampir seluruh kategori mengalami pertumbuhan positif. Hanya kategori penyediaan akomodasi dan makan minum yang memberikan kontraksi sebesar-0,08,” kata Suntono. Terhadap pembentukan PDRB Provinsi NTB yang nilainya di kisaran Rp120 triliun, sektor pertanian paling mendominasi. Sayangnya, pertumbuhannya kecil. Ditengarai akibat kemarau panjang tahun lalu. Digambarkan bahwa ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2019 dibanding periode yang sama tahun 2018 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,70 persen, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 18,14 persen.

Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2019 dibanding triwulan III-2019 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,06 persen, di mana kategori pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 43,27 persen. Pertumbuhan ekonomi NTB triwulan IV-2019 tanpa pertambangan bijih logam secara c to c tumbuh 4,76 %,  secara y on y tumbuh 6,12 % ,  dan  secara q to q kontraksi 4,10 %. Melihat kontribusi sektor konstruksi terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 lalu, Suntono mengatakan antisipasi tahun 2020 ini. Sebab proses recovery hampir selesai dan dipastikan tidak ada lagi dana besar yang akan mengucur ke NTB. karena itu, sektor pertanian diharapkan. Tentu, berbagai kemungkinan yang mempengaruhi, misalnya kekeringan harus lebih awal dipersiapkan. (bul)