Dana Covid-19 Kota Bima Diaudit BPK NTB

Mukhtar Landa. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB, dikabarkan mengaudit khusus anggaran atau biaya penanganan Covid-19, yang bersumber pergeseran (refocusing) APBD Kota Bima Tahun 2020, belum lama ini.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, Tim dari BPK Perwakilan NTB mulai melakukan pemeriksaan serta audit khusus dana Covid-19 Kota Bima selama 8 hari, yakni sejak 13 hingga 22 Juli lalu.

Iklan

Tidak hanya itu pihak BPK perwakilan NTB juga melayangkan surat kepada Pemerintah Kota Bima untuk meminta data dan dokumen realisasi penggunaan  atau pertanggungjawaban dana Covid-19.

Adanya pemeriksaan serta permintaan data dan dokumen Covid-19 tersebut juga diakui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. Mukhtar Landa MH dikonfirmasi, Selasa, 4 Agustus 2020. Namun Ia membantah audit khusus. “Ada memang pemeriksaan kemarin. Pemeriksaan seperti biasa, bukan audit khusus,” katanya.

Lebih lanjut Mukhtar mengaku saat turun pemeriksaan, pihaknya juga telah menyerahkan data dan dokumen sesuai permintaan dan yang dibutuhkan oleh pihak BPK. “Semua dokumen sudah kita serahkan untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.

Tidak ingin terjadi misinformasi terkait penggunaan dana Covid-19, Sekda menegaskan pemeriksaan tersebut bukanlah audit khusus, karena tidak ada bunyi perihal surat perihal audit khusus. “Kami tegaskan lagi bukan audit khusus. Hanya pemeriksaan biasa. Dan pemeriksaan ini tidak hanya di Kota Bima, tetapi berlakku secara nasional,” katanya menegaskan.

Ia menambahkan, pergeseran APBD Kota Bima tahun 2020 mencapai Rp28 miliar. Selain biaya penanganan Covid-19 anggaran itu untuk biaya DBD, Rabies dan pembiayaan tidak terduga lainnya. “Berdasarkan nomenklatur anggaran ini disebut Biaya Tak Terduga (BTT). Penggunaannya tidak hanya untuk Covid-19 saja, tapi termasuk biaya lainnya,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here