Dana Bank NTB Syariah Diduga Dibobol Sejak 2012

H. Kukuh Rahardjo

Mataram (Suara NTB) – Seorang oknum pegawai Bank NTB Syariah diduga telah melakukan penyelewengan dana bank hingga mencapai Rp10 miliar. Aksi pembobolan dana oleh oknum karyawan bank milik daerah ini diduga sudah dilakukan sejak 2012 yang lalu yang nilainya hingga mencapai Rp10 miliar.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo yang dikonfirmasi Suara NTB , menjelaskan hal itu Jumat, 26 Maret 2021. H. Kukuh membenarkan, salah seorang pegawai Bank NTB Syariah diduga telah menyelewengkan dana bank sejak tahun 2012.

Iklan

Oknum pegawai Bank NTB Syariah berinisial PS ini diketahui telah melakukan penarikan dana menggunakan beberapa rekening. Penarikan dana juga dilakukan melalui ATM. Sehingga terakumulasi hampir Rp10 miliar.

Mencuatnya dugaan ulah oknum pegawai Bank NTB Syariah yang jabatannya selevel survisor ini setelah dilakukannya rotasi jabatan. ‘’Setelah dilakukan mutasi, sekitar Januari 2021 ini terdeteksi. Rotasi jabatan,’’ ujar  H. Kukuh. Rotasi dilakukan pada penjabat-penjabat yang sudah dua atau tiga tahun belum dirotasi. Hal ini dilakukan sebagai kontrol untuk terus memperbaiki kinerja bank dan profesionalisme pegawai.

‘’Tidak lama setelah rotasi, baru ketahuan,’’ ujarnya.

Mendapat adanya kejanggalan ini, H. Kukuh juga telah memerintahkan untuk melakukan pengumpulan bukti-bukti. Dalam waktu dekat PS akan dilaporkan ke Polda NTB.

‘’Sedang dikumpulkan bukti-buktinya. Sudah juga kita laporkan kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ada yang bilang, ada konspirasi. Kalau ada konspirasi, ya ngapain kita lapor,’’ bantahnya.

Rencana laporan ke Polda NTB ini, lanjut H. Kukuh, setelah beberapa upaya dilakukan oleh bank. Langkah-langkah sudah dilakukan kepada yang bersangkutan (PS)  dan keluarganya. Bahkan katanya, pihak keluarga menganggap tidak ada kesalahan apapun. Karena itulah,  persoalan ini akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. Pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti selengkap-lengkapnya.

‘’Secara informal sudah (dilaporkan), tetapi secara formal teman-teman ini akan menyerahkan bukti-bukti ini kepada ke aparat,’’  imbuhnya.

Ia memastikan, kasus ini tidak sama sekali merugikan nasabah. Murni yang dirugikan adalah bank. Dan  sikap menajemen sangat jelas dan tegas serta tidak mentolerir setiap penyalahgunaan kewenangan.

‘’Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan masukan dan dorongan untuk segera menyelesaikan permasalahan ini secara tegas agar menjadi perhatian seluruh insan Bank NTB Syariah di dalam mengemban amanah secara lebih bertanggung jawab,’’ katanya. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional