Dampak Wabah Corona, Belasan Turis Cina Perpanjang Izin Tinggal di Lombok

Dua Wisatawan asal China berbincang dengan petugas keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jumat, 7 Februari 2020. Wisatawan China diberi kelonggaran memperpanjang izin tinggal secara gratis tanpa denda dampak dari penutupan penerbangan dari dan menuju China akibat wabah virus Corona. (Suara NTB/Humas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Penutupan sementara penerbangan dari dan menuju China akibat wabah Corona 2019 n-Cov. Belasan wisatawan asing asal China diberi kelonggaran memperpanjang izin tinggalnya di Lombok. Hingga akhir Januari 2020, sebanyak 542 wisatawan China keluar dari Lombok melalui Bandara Internasional Lombok.

“14 WN China diberikan perpanjangan izin tinggal dalam kondisi terpaksa,” ungkap Kasi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Mataram Bagus Aditya Nugraha, Jumat, 7 Februari 2020, didampingi Plh Kepala Kantor Nur Alim.

Iklan

Pemberian izin tinggal tambahan tersebut untuk selama 30 hari pemegang Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS). Layanan tersebut tidak dikenakan biaya. Pemberiannya hanya khusus kepada WNA China yang batas waktu izin tinggalnya setelah Rabu, 5 Februari 2020. “Yang sudah overstay sebelum 5 Februari tetap dikenakan denda,” tegasnya.

Bagus mengatakan, wisatawan asing asal China tidak sebanyak Bali. Kebanyakan, imbuh dia, wisatawan China ke Lombok setelah menghabiskan waktu liburan di Bali. Dari Lombok, mereka kembali lagi ke Bali.

Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Wisnu Ontoaji menambahkan, sebanyak 789 wisatawan China datang ke Lombok melalui Bandara Internasional Lombok sepanjang Januari lalu. 542 wisatawan itu kemudian keluar melalui jalur sama pada periode yang sama.

“Itu yang lewat BIL saja. WNA China bisa saja datang melalui BIL lalu kembali ke negaranya lewat bandara lain. Bisa lewat Bali, Surabaya, atau Jakarta. Sebaliknya juga begitu,” pungkasnya.

Untuk langkah pencegahan, Wisnu menjelaskan bahwa petugas Imigrasi di BIL dilengkapi dengan masker dan sarung tangan pelindung saat memberi pelayanan keimigrasian. “Ini demi keamanan bersama,” pungkasnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here