Dampak PPKM Diperpanjang, Pelaksanaan Tes SKD CPNS Diundur Bulan Depan

Syahrudin (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi peserta CPNS diundur dari jadwal semula tanggal 25 Agustus ke tanggal 2 September. Alasannya, karena kondisi  pandemi dan perpanjangan PPKM. Untuk membahas perihal pelaksanaan SKD ini, Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lobar akan rapat dengan pihak UPT BKN Mataram.

Kepala BKD dan PSDM Lobar Syahrudin mengakui,  pihaknya belum menerima surat resmi perihal diundurnya pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Namun, di media sosial sudah beredar Surat Edaran Nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 perihal Penyampaian Jadwal SKD CPNS, Seleksi Kompetensi PPPK Non guru Tahun 2021, dan Rekomendasi Ketua Satgas Covid-19 yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pada surat yang beredar di media sosial itu, diterangkan pelaksanaan SKD dimulai pada 2 September mendatang, mundur dari jadwal sebelumnya pada 25 Agustus 2021.

Iklan

“Kami belum dapat surat, tapi besok (hari ini, red) kami rapat di Kantor UPT BKN Mataram. Mungkin kaitan dengan itu (penundaan pelaksanaan SKD) yang dibahas,”terangnya, Selasa, 24 Agustus 2021.

Sesuai surat itu, pihaknya akan membahas tentang penerimaan CPNS tahun 2021. Yang pasti kata dia, pelaksanaan SKD diundur, karena hari ini akan rapat dengan pihak UPT.

Sementara itu, Kasubid Pengadaan Pegawai pada BKD PSDM Lobar, Hirman Zulkarnain mengakui sudah banyak pemberitaan maupun informasi dari media sosial soal pelaksanaan SKD diundur. Hanya saja pihaknya belum berani menyampaikan sebelum ada regulasi teknis yang diterima resmi dari pemerintah pusat. Bahkan belum ada peserta yang menanyakan langsung kepada BKD soal kepastian kabar itu. ”Kemungkinan besok pagi keputusan finalnya. Selesai rakor,” ujarnya.

Selain menerangkan jadwal pelaksanaan SKD yang akan dimulai pada 2 September mendatang. Pada surat itu juga menerangkan  syarat mengikuti ujian SKD sesuai dengan rekomendasi Ketua Satgas Covid-19. Berdasarkan rekomendasi Ketua Satgas Covid-19, pelaksanaan calon ASN tahun 2021 wajib dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat, antara lain melakukan swab test PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif/non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti seleksi CASN Tahun 2021.

Kemudian menggunakan masker 3 lapis (3 ply) dan ditambah masker kain di bagian luar (double masker). Jaga jarak (physical distancing) minimal satu meter. Cuci tangan dengan sabun/handsanitizer, Ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal ruangan tempat pelaksanaan seleksi CASN Tahun 2021 yang akan dilakukan. Khusus bagi peserta seleksi CASN Tahun 2021 di Jawa, Madura, dan Bali wajib sudah divaksin dosis pertama. Terkait syarat itupun Hirman mengaku kemungkinan kepastian syarat itupun akan dibahas pada rakor hari ini.”Makanya besok pagi (hari ini, red) kepastiannya,” pungkasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional